Tukang Bakso Goreng Sehari Omzetnya Rp20 Juta, Jualannya Sampai Siang

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Sabtu, 13 November 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Sebuah kisah inspiratif hadir dari seorang pemuda yang menggeluti bisnis sederhana. Meski sederhana, namun bisnis ini nyatanya sangat menjanjikan. Pemuda ini menekuni usaha bakso gorang. Tertulis di papannya ‘Baso Goreng Anugerah Sejak Tahun 1976’.

Bakso goreng ini berada di sekitar GOR Padjajaran Bandung, Jawa Barat. Warungnya pun tidak terlalu besar, hanya di ruko kecil. Tapi tak disangka, omzet sehari bisa mencapai sekira Rp20 juta.

Meski begitu, sang pemilik justru tampil sederhana. Mantan kuli panggul itu melontarkan tips berbisnis yang baik dan tampak bijak.

Simak kisah inspiratifnya berikut ini, seperti yang dilansir dari Merdeka.com (11/11/2021).

Sehari Omzet Capai Jutaan

Bakso goreng salah satu jajanan yang menggiurkan. Bukan hanya soal kenikmatannya, tapi juga penghasilannya. Kisah inspiratif ini begitu cocok bagi Anda yang tengah mencari ide bisnis atau sedang memulai usaha.

Setiap harinya, bakso goreng Anugerah buka dari jam 07.00 WIB sampai jam 14.00 WIB. Dengan harga per butirnya yang berukuran satu kepal, dibanderol Rp10 ribu.

“Sudah ada cabangnya belum? Ini dari daging apa?,” tanya pemilik akun.

“Ada cabangnya satu, cuma ada di pasar (Jalan Otista dekat Pasar Baru). Ini (basonya) steril, pakai daging ayam sama ikan tengiri. Buka dari jam 7 sampai siang,” jawab Yusuf Prayitno.

Hebatnya lagi, laba kotor atau omzet yang diperoleh dari warung baksonya itu, bisa mencapai Rp20 juta. Tapi tergantung hari libur atau bukan.

“Per hari kalau lagi libur, bisa habis 2.000 butir. Kalau hari biasa, 1.000 butir. Kalau orang lain mah kan cari uang teh kan pengin gede sampai malam. Kalau ini mah rezeki sudah ada yang ngatur, jadi cepatlah gitu,” sambungnya.

Mantan Kuli Panggul

Kini bakso goreng Anugerah termasuk kuliner legendaris di Bandung. Tak sedikit wisatawan dari kota lain yang bertandang ke sana.

Seperti bisnis pada umumnya. Sebelum sukses, warung itu pernah mengalami keterpurukan. Begitu sepi pembeli, bahkan bakso jualannya tersisa.

“Pernah dulu goreng, enggak pernah habis. Perkiraan empat tahun, sudah ramai. Kalau yang kerja di sini ada sekitar empatan, yang goreng, yang bagian bungkusin,” ujar Yusuf.

Sebelum melangkah jadi pengusaha hebat, ternyata Yusuf pernah mengalami getirnya hidup. Ia dulu bekerja sebagai kuli panggul saat merantau ke Jakarta.

“Waktu di Jakarta, saya dulu kerja di pasar, jadi kuli panggul,” imbuhnya.

Pesan Hebat Bagi Para Pengusaha

Yusuf membagikan tips mujarabnya dalam berbisnis. Ia berpesan untuk para pengusaha lain supaya tetap semangat.

“Bagi pengusaha-pengusaha lain, harus semangat. Cari uang itu jangan mengeluh. Turutilah seperti ini bakso goreng kita. Terus, cara melayani konsumen harus ramah, baik dan sopan,” papar Yusuf.

Selain itu, menjaga doa sebelum bekerja. Memohon kepada Yang Maha Kuasa, supaya dilancarkan.

“Supaya itu (kunci lancar bisnis) berdoalah. Sebelum bekerja, kita minta ke Allah, ke Sang Pencipta gitu, semoga dilancarkan usahanya,” terangnya.

Tantangan Terbesar Seorang Pengusaha

Apalagi ada tantangan besar lainnya yang patut diketahui para pengusaha, yakni bersabar.  Ini salah satu kunci sukses sesuai pengalaman Yusuf.

Karena pasti akan ada masanya untuk jatuh-bangun. Apa pun keadaannya, tetap berusaha sabar dan kurangi mengeluh.

“Namanya juga kalau usaha kan ada turun naik, ada ramai ada sepi gitu ya. Jadi suatu saat kita kan nanti juga bakalan ramailah enggak sepi terus. Sabar, jangan mengeluh, sabar. Tantangan usaha mah kurang-kurangnya kalau usaha harus sabar. Harus sabar segala-galanya,” ungkap Yusuf.

Ingat Selalu Kepada Orangtua

Selain tips jitu tadi, Yusuf tak lupa mengingatkan para pengusaha lain untuk selalu menyayangi orangtua.

Sediakan penghasilan bisnis untuk orangtua. Ditambah lagi, ingat untuk menyayangi dan mengasihi mereka selagi masih bersama di dunia. Sebelum nantinya menyesal.

“Jangan lupa sama orangtua kita, itu nomor satu. Doa kita, rezeki kita ada di orangtua. Ngasih mereka. Kalau sudah enggak ada orangtua mah nyesal, mumpung masih ada orangtua. Kalau enggak ada, meski sudah senang juga mau ngasih kemana. Paling ngasihnya doa saja,” pungkasnya. (Uli)