Tujuh Masalah Kesehatan Yang Rentan Dialami Orang Pendek

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Selasa, 20 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Tinggi badan merupakan salah satu hal yang bisa berbeda antara satu orang dengan orang lain. Hal ini bisa sangat berpengaruh terhadap penampilan seseorang.

Namun, siapa sangka bahwa tinggi badan ini ternyata juga memiliki hubungan dengan kesehatan seseorang. Tinggi pendeknya seseorang mempengaruhi faktor risiko sejumlah penyakit yang dimiliki seseorang.

Munculnya beberapa penyakit ini disebabkan karena metabolisme tubuh yang tak sama. Perbedaan tinggi badan yang dimiliki seseorang bisa berpengaruh terhadap kecepatan metabolisme tubuh yang mereka miliki.

Ketika seseorang memiliki tubuh lebih pendek, terdapat sejumlah masalah kesehatan yang lebih rentan mereka alami. Dilansir dari Merdeka.com (18/10/2020), berikut sejumlah masalah kesehatan yang lebih rentan dialami seseorang dengan tubuh pendek.

Diabetes

Sebuah penelitian mengungkap bahwa semakin tinggi tubuh seseorang maka risiko diabetes bisa menurun. Hal ini menyebabkan masalah diabetes ini lebih rentan dialami oleh mereka yang memiliki tubuh lebih rendah karena lebih tingginya kandungan lemak hati.

Penyakit Paru-Paru

Sebuah penelitian mengungkap bahwa orang pendek mungkin memiliki masalah dengan paru-paru dan peningkatan risiko penyakit jantung serta diabetes. Disarankan bagi orang berbadan pendek untuk berolahraga secara rutin, aktif bergerak setiap hari, berhenti merokok, serta mengonsumsi makanan sehat.

Penyakit Jantung Koroner

Penelitian yang dilakukan oleh University of Leicester mengungkap bahwa semakin pendek seseorang semakin tinggi risiko penyakit jantung koroner. Perbedaan tinggi badan seseorang sekitar 2,5 inci bisa meningkatkan risiko penyakit jantung koroner hingga 13,5 persen.

Melahirkan Prematur pada Wanita Hamil

Seorang ibu hamil yang memiliki badan pendek cenderung memiliki waktu kehamilan lebih pendek, bayi lebih kecil, serta risiko lebih tinggi mengalami kelahiran prematur. Walau begitu, tinggi badan ini disebut bukan satu-satunya faktor dari kelahiran prematur ini, terdapat hal lain seperti nutrisi dan faktor lingkungan yang turut memainkan peran.

Kebotakan

Pria pendek mungkin mengalami peningkatan risiko kebotakan lebih awal. Berdasar sebuah penelitian, diketahui bahwa kebotakan prematur bisa disebabkan oleh sejumlah hal yang berhubungan dengan berbagai karakteristik fisik dan penyakit.

Osteoartitis

Sebuah penelitian mengungkap bahwa ada hubungan antara tubuh pendek dengan meningkatkan risiko osteoartitis. Hal ini disebut terjadi karena tulang yang lebih pendek serta lebih sedikitnya tulang rawan sehingga sendir lebih rentan mengalami masalah kesehatan.

Sejumlah masalah kesehatan tersebut memiliki risiko lebih tinggi kamu alami ketika memiliki tubuh pendek. Oleh karena itu perhatikan makanan yang kamu konsumsi serta gaya hidup agar terhindar dari sejumlah masalah kesehatan tersebut. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: