Tujuh Ciri Konstitusi Yang Bersifat Fleksibel, Dari Perubahan Sampai Jumlahnya

FOTO: detik.com/indolinear.com
Selasa, 28 Desember 2021

Indolinear.com, Jakarta – Konstitusi yang tertulis dalam sebuah naskah tertentu dapat bersifat fleksibel atau rigid. Sifat konstitusi ini bergantung pada isi yang tercantum pada naskahnya. Apa saja ciri konstitusi fleksibel?

Konstitusi pada hakikatnya adalah hukum dasar tertinggi dan merupakan dasar bagi berlakunya semua peraturan perundang-undangan yang lebih rendah, seperti dikutip dari Ilmu Negara oleh Dr. Max Boli Sabon, S.H., M.Hum.

Hakikat konstitusi memicu sejumlah penyusun undang-undang yang memandang perlu untuk menentukan tata cara perubahan konstitusi yang tidak mudah. Harapannya, orang kelak tidak mudah mengubah Undang-Undang Dasar negaranya, kecuali benar-benar dibutuhkan.

Jika harus diubah, maka perubahan konstitusi tersebut akan melalui pertimbangan objektif untuk kepentingan seluruh rakyat, bukan untuk memenuhi kepentingan segolongan orang yang berkuasa.

Karena itu, sejumlah negara menetapkan undang-undang dasar dengan prosedur perubahan yang berat dan dengan syarat-syarat rumit agar dapat dipertahankan dalam waktu lama.

Sementara itu, ada juga konstitusi yang hanya memuat hal-hal pokok sehingga lebih mudah diubah untuk disesuaikan dengan kondisi terkini dan perubahan zaman. Konstitusi ini dikenal dengan nama konstitusi fleksibel. Contoh pemerintahan yang menerapkan konstitusi fleksibel di antaranya yaitu Selandia Baru dan Kerajaan Inggris, dilansir dari Detik.com (27/12/2021).

Ciri Konstitusi Fleksibel

  1. Memuat hal-hal pokok

Konstitusi fleksibel hanya memuat hal-hal pokok sehingga mudah disesuaikan dengan kondisi-kondisi konkret dalam perkembangan zaman tanpa melalui proses perubahan.

  1. Sedikit jumlah ketentuan yang diatur

Ciri konstitusi fleksibel adalah sedikit jumlah ketentuan yang diatur. Sebab, perumusan ketentuannya tidak rinci. Sebaliknya, konstitusi rigid atau kaku juga mengatur hal-hal penting selain hal pokok.

  1. Mudah diubah

Konstitusi fleksibel memiliki ciri mudah diubah dengan cara atau sistem yang juga memudahkannya untuk disesuaikan dengan keadaan dan prioritas negara saat itu. Berbeda dengan konstitusi fleksibel, konstitusi rigid tidak mudah diubah.

  1. Elastis atau mudah disesuaikan

Ciri konstitusi fleksibel salah satunya yaitu elastis atau juga mudah disesuaikan untuk mengikuti perkembangan zaman. Konsitusi fleksibel lebih leluasa diubah karena tidak berisi rumusan yang lebih rinci jika dibandingkan dengan konstitusi rigid.

  1. Syarat perubahan tidak berat

Konstitusi fleksibel mensyaratkan cara perubahan yang tidak terlalu berat dengan pertimbangan agar dapat cepat menyesuaikan dengan perubahan zaman.

  1. Perubahan tidak seperti UUD

Perubahan konstitusi yang bersifat fleksibel tidak seperti undang-undang dasar (UUD) pada umumnya, namun lebih berlangsung seperti perubahan undang-undang (UU) saja, seperti dikutip dari Buku Siswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan oleh Sri Nurhayati S.Pd dan Iwan Muharji, S.Pd, M.Pd.

  1. Otoritas parlemen

Ciri konstitusi fleksibel juga dapat terlihat dari kewenangan parlemen. Negara dengan konstitusi fleksibel memiliki otoritas parlemen yang tidak terbatas.

Nah, itu dia ketujuh ciri konstitusi fleksibel berdasarkan cara perubahan, prosedur, dan isinya. Selamat belajar! (Uli)