Tujuh Cara Membuat Anda Terlihat Lebih Menarik Menurut Sains!

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 11 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kita memang sulit mengubah penampilan yang berdasarkan bawaan lahir. Kita hanya bisa memelihara kesehatan fisik, namun rupa fisik akan sulit diubah.

Namun tingkat kemenarikan seseorang sangat bisa diubah. Bahkan faktor daya tarik antar manusia sangat erat hubungannya dengan perilaku, bukan rupa fisik. Menariknya, hal ini banyak dibahas oleh sains.

Nah, apa saja yang membuat Anda lebih menarik menurut sains? Melansir Listverse, berikut ulasannya!

Menurut sebuah penelitian yang dimuat Her.ie, makanan dapat mempengaruhi daya tarik wanita. Peneltian yang dihelat St Cloud State University di Minnesota AS ini, menemukan bahwa wanita ketika makan pedas akan menganggap pria 20 persen lebih menarik.

Hal ini menurut peneliti adalah fenomena yang disebut kognisi yang terwujud. Hal ini merupakan perasaan di mana indera kita mempengarui apa yang kita rasakan meski tak berhubungan, seperti perasaan pedas lalu menganggap pasangan kita lebih tampan.

Sebagai catatan, hal ini menurut peneliti hanya berlaku di wanita, dilansir dari Merdeka.com (09/02/2021).

Menurut sebuah penelitan yang dimuat di Pop Science, pria cenderung tertarik dengan wanita yang menggunakan warna merah. Baik di pakaian, tas, ataupun lipstik.

Dalam penelitian tersebut, disebut hal ini terjadi karena warna merah dianggap oleh alam bawah sadar sebagai indikator kesediaan seksual, di mana secara tak sadar hal ini menunjukkan bahwa mereka tertarik.

Dalam sebuah riset yang diadakan oleh para ilmuwan dari University of California yang dimuat di Eureka Alert, disebut bahwa orang yang berada dalam kelompok dianggap lebih menarik ketimbang yang sendirian.

Riset ini menggunakan metode berupa menanyakan tingkat kemenarikan 100 orang. Di antara 100 orang tersebut beberapa memang diletakkan dalam grup.

Menurut ilmuwan periset, hal ini disebabkan karena ketika di dalam grup, wajah seseorang bisa langsung dibandingkan dengan orang lain di kelompok yang sama. Jadi jika ada fitur kemenarikan yang menonjol, Anda bisa langsung terlihat menarik.

Dalam sebuah jurnal yang dimuat Psychology Today, disebut dalam banyak studi bahwa manusia cenderung menyalahartikan ketakutan dengan perasaan suka. Hal ini bahkan selalu terjadi. Hal ini bahkan jadi salah satu bidang di psikologi dengan nama misattribution of arousal.

Nah, hal ini yang membuat kencan dengan menonton film horor kerap berhasil. Padahal, masing-masing hanya ketakutan.

Hal ini dikarenakan tubuh kita mengeluarkan gejala-gejala yang sangat mirip ketika kita tertarik kepada seseorang. Gejala seperti peningkatan detak jantung dan adrenalin yang terkuras adalah buktinya.

Penelitian yang dikutip Science Daily, menemukan bahwa bekas luka wajah di pria, dianggap menarik oleh wanita yang mencari hubungan jangka pendek.

Hal ini disebut dalam penelitian bahwa di alam bawah sadar, wanita mengasosiasikan luka dengan keberanian, dan luka juga disebut berasosiasi dengan kemampuan bertahan hidup.

Menurut ilmu pengetahuan, keringat bisa membuat Anda lebih menarik. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Neuroscience, peneliti menemukan bahwa keringat pria mengandung feromon yang dikenal sebagai hormon cinta.

Feromon ini meningkatkan kadar kortisol di wanita, yang meningkatnya bertanggung jawab untuk gairah seksual dan aktivasi tertentu di area otak.

Ketika banyak yang menyebut bahwa tersenyum adalah cara mudah untuk jadi lebih menarik, ilmu pengetahuan menyebut tidak senyum justru kunci jadi lebih menarik.

Pria menganggap tersenyum adalah sifat wanita yang kurang menarik. Hal ini oleh peneliti dikaitkan dengan stereotip konvensional di mana ada keterkaitan antara tidak tersenyum dengan induk yang baik bagi anak-anak yang sehat.

Hal ini senada dengan tren “resting bitch face” yang kini jadi daya tarik tersendiri bagi milenial yang hobi selfie. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: