Tuh Kan, Riset Membuktikan Masyarakat Ingin Kabinet Jokowi Dirombak

Selasa, 27 Oktober 2015
Nasional | Uploader Arif
loading...

JAKARTA – Masyarakat menginginkan Presiden Jokowi kembali melakukan perombakan Kabinet Kerja, menyusul kinerja para menteri yang dinilai belum memuaskan. Hal itu dikatakan Ketua Departemen Politik dan Hubungan International Lembaga Survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Philips Jusario Vermonte, dalam Konferensi pers di Senayan, Jakarta, Minggu (25/10/2015).

“Reshuffle perlu dilakukan ketika masyarakat menganggap kinerja menteri tidak memuaskan,” kata Philips.

Philips mengatakan itu atasa dasar hasil survei yang dilakukan lembaganya terhadap 1.183 sampel yang diambil secara acak dari populasi seluruh warga Indonesia yang telah memiliki hak pilih dan tersebar di 34 Provinsi. Hasilnya, sebanyak 52,7 persen menyatakan kabinet perlu dirombak, 42,3 persen menyatakan tidak perlu dan 4,9 persen tidak tahu.

Selanjutnya Phillips mengatakan, apabila perombakan kabinet dilakukan, masyarakat umumnya berharap alokasi kursi kabinet sebagian besar diberikan untuk kalangan profesional dibandingkan dari internal PDI Perjuangan atau partai lain yang tergabung dalam koalisi Indonesia hebat.

Survey menunjukkan, sebanyak 63,4 persen masyarakat menginginkan perombakan kabinet diganti oleh kalangan profesional, dari koalisi pemerintah sebanyak 39 persen, dan hanya 24,3 persen menginginkan posisi menteri diisi dari internal PDIP.

Hasil survei lainnya menunjukan 66,4 persen masyarakat tidak setuju penambahan alokasi kursi untuk PDIP, 50,5 persen menolak penambahan partai menteri untuk koalisi pemerintah, dan hanya 27,3 persen yang menolak kursi untuk kalangan profesional.

“Publik meminta presiden untuk profesional,” kata Philips. Namun meski diminta untuk profesional, sebanyak 50,3 persen responden menginginkan Jokowi tetap berhubungan baik dengan PDIP dan hanya sebanyak 44,3 persen yang menghendaki Jokowi menjaga jarak dengan PDIP.

(ril)

Sumber :pojoksatu.id