Tsunami Akibat Gempa Di Laut Flores Pernah Terjadi Pada 1820

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 15 Januari 2022
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Gempa dengan magnitudo 7,5 di Laut Flores pada Selasa (14/12/2021), telah menimbulkan tsunami dengan tinggi gelombang 0,07 meter. Tsunami tersebut terdeteksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi di Marapokot, NTT pada pukul 10.36 WIB dan di Reo, Manggarai pada pukul 10.39 WIB.

Sebelum gempa dan tsunami yang terjadi di penghujung 2021, bencana alam serupa pernah terjadi juga di Laut Flores. Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkap, tsunami pernah terjadi pada 1820 yang bersumber di Laut Flores tidak jauh dari sumber gempa M 7,4 hari ini.

“Pada 29 Desember 1820 gempa kuat yang diperkirakan memiliki magnitudo M7,5 dan berpusat di laut Flores memicu tsunami di Flores hingga Sulawesi Selatan. Di Bulukumba korban meninggal akibat tsunami mencapai sekitar 500 orang,” tulis Daryono di akun twitter-nya, dilansir dari Liputan6.com (13/01/2022).

Sejak 1800, menurut Daryono, tsunami sudah terjadi lebih dari 22 kali di busur Kepulauan Sunda Kecil (Bali, NTB, NTT). “Jika kita rata-rata maka setiap 11 tahun terjadi satu kali tsunami di wilayah ini.”

Pusat Gempa di Laut Flores

BMKG menyebut pusat gempa yang terjadi pada 14 Desember 2021 berada di Laut Flores. “Peringatan dini potensi Tsunami. Gempa Mag:7.5 Laut Flores, 14-12-2021 10:20:22WIB, Kedalaman:12Km,” info BMKG di akun Twitternya, Selasa.

BMKG pun mengeluarkan peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah. Wilayah tersebut adalah Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Gempa susulan dengan magnitudo lebih dari 5,0 terjadi pukul 10.47.02 WIB. Gempa tersebut berlokasi di 129 km BaratLaut Maumere, Sikka, NTT.

75 Kali Gempa Susulan

Menurut Daryono, hingga pukul 16.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi gempa susulan sebanyak 75 kali pasca-gempa M7,4 berpotensi tsunami.

Selain itu, “Lokasi sumber gempa Laut Flores M7,4 tadi siang sebenarnya jarang terjadi gempa berdasarkan data seismisitas regional daerah tersebut,” imbuh Daryono.

Antisipasi Gempa

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum Terjadi Gempa:

– Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.

– Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

– Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

– Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

– Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

– Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi

– Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

– Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

– Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempa

– Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

– Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

– Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

– Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

– Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa:

– Jika Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

– Periksa lingkungan sekitar Anda. Apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

– Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

– Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

– Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

– Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

– Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya. (Uli)