Trik Membuat V-Belt Motor Matik Awet Dan Dampaknya Jika Telat Ganti

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 18 Juli 2022

Indolinear.com, Jakarta – Sepeda motor jenis matik menjadi pilihan mayoritas pengendara kendaraan roda dua di Indonesia karena dinilai lebih praktis dan nyaman digunakan. Namun selain menggunakannya, pengendara wajib mengetahui perawatan yang tepat agar dapat terus menikmati kenyamanan dan performa yang terbaik dari motor matik.

Salah satunya perawatan V-Belt sebagai komponen penting pada sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmission) motor matik.

“Namun karena keberadaannya tidak terlihat, tepatnya di dalam sistem CVT motor matik sehingga seringkali pengendara mengabaikan perawatannya,” terang Riyadi Prihantono, Koordinator Manager After Sales & Motor Sports PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dalam keterangan resminya.

V-belt sendiri merupakan salah satu komponen matik yang memiliki fungsi penting untuk menyalurkan tenaga dari mesin menuju roda belakang dalam bentuk putaran sehingga membuat sepeda motor dapat bergerak.

Semakin sering sepeda motor digunakan maka semakin aktif V-belt bergerak. Jika pemilik kendaraan merupakan seseorang yang aktif berkendara sepeda motor, suka melakukan perjalanan jauh atau touring tentunya akan membuat performa dari V-belt semakin menurun.

Maka pengendara aktif wajib melakukan perawatan motor matik secara berkala terutama penggantian V-belt tepat waktu agar performa motor tetap optimal. Pengendara juga dapat menjaga umur komponen sepeda motor matik agar tidak cepat aus.

“Caranya, hindari gaya berkendara dengan hentakan atau bukaan gas secara tiba-tiba, tidak membawa beban atau muatan berlebih,” ujar Riyadi, dilansir dari Liputan6.com (16/07/2022).

Dampak Telat Ganti V-belt

Kemudian, melakukan perawatan komponen CVT matik yang tepat. Pada umumnya, waktu penggantian part V-belt yang tepat dilakukan pada saat sepeda motor mencapai jarak tempuh 20.000 km – 25.000 km (20 – 25 bulan) atau sesuai dengan anjuran buku petunjuk pemilik.

Disebutkan, terlambat dalam penggantian V-belt akan berdampak pada menurunnya performa kendaraan dan kenyaman berkendara.

“V-belt yang perlu diganti akan menimbulkan gejala seperti tarikan motor kurang maksimal, terasa getaran dan bunyi berdecit saat akselerasi yang mengindikasikan V-belt kehilangan daya cengkram. Ataupun jika kondisi visual V-belt yang tampak mulai retak,” jelas Riyadi. (Uli)