Tren Spirit Doll, Ini Penjelasan Dari Sudut Pandang Para Akademisi

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 13 Januari 2022
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Baru-baru ini, masyarakat diramaikan dengan perbincangan soal spirit doll. Keberadaan boneka itu sempat menjadi tren di kalangan artis.

Tak hanya Ivan Gunawan, beberapa artis lain ternyata juga mengoleksi spirit doll. Ini menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Dunia akademis tak luput untuk menyoroti hal ini. Dr. Sindung Tjahyadi, Dosen Fakultas Filsafat UGM dan I Made Christian Wiranata Rediana, peneliti Pusat Studi Kebudayaan UGM membagikan pandangannya mengenai fenomena ini. Lantas bagaimana pandangan mereka tentang spirit doll yang ramai diperbincangkan masyarakat itu? dilansir dari Merdeka.com (12/01/2022).

Mengalami Pergeseran

Sindung mengatakan, keberadaan spirit doll sudah ada sejak zaman Fir’aun. Secara fungsinya, spirit doll terbagi menjadi dua yaitu untuk healing agar sehat dan baik, serta untuk kebutuhan yang tidak baik seperti santet.

Namun tren spirit doll yang muncul baru-baru ini sudah mengalami pergeseran dari segi wujud, makna, dan fungsinya.

“Ketika muncul spirit doll ini, sebenarnya dari segi pemahaman perlu diluruskan. Karena dalam pengetahuan saya spirit doll itu semacam sarana manusia untuk berkomunikasi dengan yang lain. Yang lain itu bisa kuasa yang lebih tinggi, kemudian orang lain bisa juga terkait dengan refleksi dalam arti berkomunikasi dengan dirinya sendiri,” papar Sindung.

Sebuah Karya Seni

Sementara itu, Rediana mengatakan bahwa spirit doll sesungguhnya hanya suatu benda yang dikenal dalam lingkup tertentu dan kemudian tersebar luas keberadaannya. Dia menjelaskan, kata ‘spirit’ selama ini selalu diasosiasikan dengan hal-hal berbau negatif di masyarakat.

Padahal dalam kenyataan ungkapan itu tidak harus bersifat negatif, melainkan juga berbentuk energi positif yang membuat pemiliknya merasa terhibur, bahagia, dan energi positif lainnya.

“Menurut saya, spirit doll jauh dari kata sekedar permainan. Melainkan suatu karya seni yang dapat memancarkan sesuatu, dapat membuat setiap orang tersugesti untuk memilikinya, dan rasa kepercayaan terhadap karya seni itu berimbas pada perlakuannya,” kata Rediana. (Uli)