Tragedi Nyi Ratna Herang, Mitos Kutukan Penari Ronggeng yang Masih Dipercaya

FOTO: pikiran-rakyat.com/indolinear.com
Selasa, 24 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Sekitar tahun 1920 terdapat kisah tragedi yang sangat terkenal tentang sosok penari ronggeng yang terkenal akan kecantikannya.

Nyi Ratna Herang adalah penari ronggeng yang terkenal pada masanya dan banyak dipuja banyak pria.

Setiap orang yang melihat pertunjukan Nyi Ratna Herang akan terhipnotis dengan tariannya dan rela melakukan apapun agar bisa dekat dengan nyai ronggeng yang termasyhur itu.

Dilansir dari Pikiran-rakyat.com (23/05/2022), Nyi Ratna Herang adalah gadis berusia 19 tahun yang menjadi idola kaum adam di berbagai daerah khususnya Jawa Barat.

Tetapi kecantikan dan kelihaian menari ronggeng Nyi Ratna Herang berbuah malapetaka saat ia manggung dalam sebuah pesta perayaan yang dihadiri para jawara dan bangsawan.

Nyi Ratna Herang dengan tubuh gemulai dan kecantikan tiada tara, menggoda setiap mata yang melihatnya.

Satu per satu saling bergantian menari dengan penari ronggeng cantik ini, hingga tiba giliran seorang jawara dari Jawa Barat untuk menari dengannya.

Setelah cukup lama menari bersama Nyi Ratna Herang, sang jawara enggan untuk bergantian dengan pria lain.

Hingga terjadilah keributan yang membuat pesta gaduh dan berubah menjadi medan pertempuran.

Keadaan semakin genting dan para jawara tidak dapat dikendalikan, mereka saling serang demi mendapat tempat untuk menari bersama Nyi Ratna Herang.

Akibat keributan tersebut, Nyi Ratna terluka parah karena tak sengaja tertusuk belati.

Saat melihat gadis pujaan hati terluka parah, akhirnya keributan usai dan mereka menyesali perbuatannya.

Nyi Ratna Herang yang terluka parah tak mampu bertahan, tubuh indahnya lemas, wajahnya memucat, hingga akhirnya ia meninggal di tempat pertunjukan.

Sebelum Nyi Ratna Herang meninggal, ia sempat mengucap kutukan kepada semua yang hadir dan menyaksikan pentas tari ronggeng tersebut.

Hai kalian, dengarkanlah apa yang aku ucapkan ini. Ini bisa jadi kutukan untuk kalian semua! Ingatlah, di tanah ini, di daerah ini, tidak ada perempuan yang secantik diriku sampai umur 19 tahun.

Nyi Ratna Herang meninggal dan jasadnya dimakamkan di wilayah bantaran Sungai Cigede, Nusaherang, Kuningan, Jawa Barat.

Menurut mitos yang beredar, kutukan Nyi Ratna Herang telah memakan korban beberapa gadis cantik asal Nusaherang yang tewas menjelang usia 19 tahun.

Penduduk asli Nusaherang yang masih mempercayai kutukan tersebut akan menitipkan anak gadisnya di luar Kabupaten Kuningan demi terhindar dari kutukan.

Nantinya mereka akan kembali ke Kuningan setelah usianya lewat dari 19 tahun.

Tragedi kutukan ini berawal karena masyarakat saat itu menganggap miring profesi penari ronggeng.

Padahal untuk menjadi penari ronggeng tidaklah mudah. Selain harus memiliki wajah cantik, tubuh indah dan kuat, penari ronggeng juga harus piawai bernyanyi.

Dari mitos kutukan Nyi Ratna Herang ini dapat diambil hikmahnya untuk selalu menghargai profesi orang lain, karena kita yang melihat belum tentu sanggup memberikan pengorbanan yang serupa. (Uli)