Tradisi Suku Maori Menandai Opening Ceremony Pacific Exposition

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 14 Juli 2019

Indolinear.com, Auckland – Tradisi Suku Maori mewarnai acara pembukaan 1st Pacific Exposition yang digelar di Lantai 5 New Zealand Room Sky City, Auckland, Selandia Baru, Jumat (12/7/2019) pagi waktu setempat.

Seorang ksatria Suku Maori terlihat menyambut para pemimpin Delegasi Pacifik Exposition 2019.

Di antara mereka terlihat Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, yang ditemani Duta Besar Indonesia untuk New Zealand, Tantowi Yahya.

Mereka dituntun memasuki panggung utama oleh Ksatria Suku Maori yang melakukan tarian dengan menggunakan sebilah tongkat. “Tak perduli apapun latarbelakang agama Kalian, bagi kami Suku Maori yang terpenting adalah persahabatan,” ucap seorang tokoh Suku Maori.

“Selamat datang. Selamat datang. Keluarga kami keluarga Anda. Warga kami warga Anda juga,” katanya lagi, dilansir dari Tribunnews.com (13/07/2019).

Warga Indonesia yang datang ke New Zealand menurutnya akan selalu dilayani dengan baik. “Semoga terasa seperti di rumah sendiri. Mari kita berjalan bersama dalam sebuah harmoni dan persatuan,” ujarnya.

Māori adalah nama penduduk asli Selandia Baru, dan bahasanya. Kata māori artinya adalah “normal” atau “biasa” dalam bahasa Māori dan merujuk pada makhluk-makhluk hidup yang berbeda dari Dewa-Dewi.

Kata “Māori” memiliki banyak kerabat dalam bahasa Austronesia lainnya seperti bahasa Hawaii. Kata maoli dalam bahasa Hawaii artinya adalah asli, pribumi, benar atau nyata. Nama ini juga merupakan nama bangsa dan bahasa Kepulauan Cook, yang disebut sebagai Māori Kepulauan Cook.

Kata ini juga memiliki kerabat dalam bahasa Jawa: (ma)urip yang berarti “hidup”. Kata hidup sendiri dalam bahasa Melayu juga merupakan kerabat kata ini. (Uli)