TPU Sari Mulya Ditargetkan Selesai 2020

FOTO: Eksklusif Disperkimta Tangsel for indolinear.com
Rabu, 20 Februari 2019

Indolinear.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukinan dan Pertanahan (Disperkimta) menargetkan pembuatan Taman Pemakaman Umum (TPU) Sari Mulya selesai pada 2020 mendatang sesuai dengan target RPJMD.

Menurut Kabid Penerangan Jalan Umum dan Pemakaman Disperkimta Tangsel, M Saleh Musa, tahun 2018 sebagai tanda mulai pembangunan TPU Sari Mulya telah dibuat gapura untuk pintu gerbang.

“Untuk tahun 2019 ini kita lanjutkan dengan pembangunan kantor juga cut and fill seluas dua hektar,” ungkapnya.

Target pembangunan TPU Sari Mulya ini seluas 20 hektar, namun saat ini baru 7 hektar yang sudah diserahkan ke Pemkot Tangsel. Sisanya masih ada 13 hektar yang akan dibebaskan oleh tiga pengembang yaitu BSD, Alam Sutera dan Bintaro.

Sesuai dengan Perda nomor 1 tahun 2013 tentang pemakaman dan pengabuan jenazah pada pasal 4, disebutkan pengembang wajib menyediakan lahan TPU seluas 2 persen dari luas perumahan yang diizinkan.

“Maka dari itu, karena ada kewajiban pengembang menyediakan lahan TPU, kami kumpulkan di satu lokasi yaitu di Sari Mulya. Mudah-mudahan ada percepatan dari pihak pengembang untuk membebaskan lahan,” bebernya.

Menurut Kasi Pemakaman Disperkimta Tangsel Nasmudin, nantinya makam yang ada akan di rumputisasi, penyeragaman batu nisan, dan  penerangan lampu. Ditambah fasilitas pendukung seperti masjid, kantor, kios, garasi, taman, tandon, krematorium, rumah duka dan rumah abu.

“Untuk TPU Sari Mulya akan ada beberapa blok sesuai dengan agamanya. Mulai dari blok muslim, protestan, katholik, budha, hindu dan blok orang yang tak dikenal.

Saat ini Pemkot Tangsel memiliki tujuh TPU yang sudah ada, yakni TPU Pondok Benda, TPU Jelupang, TPU Jurang Mangu Barat, TPU Jurang Mangu Timur, TPU Babakan, TPU Bingbein Serpong, dan TPU Jombang.

Retribusi sementara saat ini untuk Blok A 250 ribu per tiga tahun, Blok B 200 ribu, Blok C 150 ribu dan Blok D 100 ribu. Rencananya untuk TPU Sari Mulya akan dikenakan retribusi sebesar 250 ribu per tiga tahun.

Sementara, Plt Kepala Disperkimta Tangsel Teddy Meiyadi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat dengan tiga pengembang yang ada yakni BSD, Bintaro dan Alam Sutera.

“Pengembang akan segera memenuhi kewajibannya menyediakan lahan untuk TPU. Tahun ini harus segera mereka lakukan pembelian dan menyerahkannya ke Pemkot Tangsel,” ungkap Teddy.

Lanjutnya, karena ini adalah target RPJMD maka harus sudah selesai di akhir tahun 2020 semuanya. Untuk anggaran pembangunan sarana prasarana sudah disiapkan sebesar 900 juta.

“Rencananya dari 20 hektar tersebut kita akan menampung 21 ribu jenazah untuk satu lantai, jika dilakukan 3 lantai maka akan mencukupi 63 ribu jenazah,” ungkap Teddy.(Adv)