Toyota Raize Dan Daihatsu Rocky Resmi Diperkenalkan Di Indonesia

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 5 Mei 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi model kolaborasi yang kembali dihadirkan Toyota dan Daihatsu. Dua model kolaborasi itu adalah Toyota Raize dan Daihatsu Rocky.

“Melalui kesempatan ini saya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Daihatsu, Toyota, dan Astra atas komitmennya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan bermotor,” kata Menperin Agus dalam Peresmian kolaborasi bertajuk ‘Sinergi Untuk Negeri’ yang dilakukan secara virtual, dilansir dari Liputan6.com (03/05/2021).

Menurutnya, peluncuran produk kolaborasi Daihatsu Rocky dan Toyota Raize merupakan bukti kuat sebuah komitmen untuk terus melakukan inovasi, investasi berkelanjutan, penyerapan tenaga kerja, serta semaksimal mungkin menggandeng mitra suplier lokal dalam rangka memperkuat struktur industri otomotif nasional.

Untuk diketahui, Toyota Raize dan Daihatsu Rocky saat ini masuk ke dalam daftar penerima diskon pajak dari pemerintah. Oleh karena itu, Menperin Agus berharap lokal konten kedua produk tersebut bisa terus ditingkatkan.

“Sebagai peserta program relaksasi PPnBM ini, kami berharap PT Astra Daihatsu Motor sebagai produsen kedua kendaraan tersebut berkomitmen untuk meningkatkan lokal komponen lebih dari 70 persen termasuk engine, body, chassis, dan transmision,” ujarnya.

Menteri Agus juga menyampaikan bahwa target produksi (kedua model) sampai dengan Desember 2021 sebesar 34,3 ribu unit, di mana 8.800 unit di antaranya didedikasikan untuk pasar ekspor.

Industri Otomotif Merupakan Sektor Andalan

Sementara itu, Menteri Agus menyebut bahwa industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Saat ini tercatat ada 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang telah beroperasi di Indonesia.

“Sektor ini telah menyumbang nilai investasi sebesar Rp 71,35 triliun dengan total kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang dan lebih dari 1,5 juta orang bekerja di sepanjang rantai nilai industri ini,” jelasnya.

“Produk kendaraan roda empat atau lebih produksi dalam negeri telah mampu menembus pasar ekspor ke lebih dari 80 negara di dunia. Pada periode 2020, ekspor kendaraan CBU sebanyak 232,17 ribu unit atau senilai Rp 41,86 triliun. Dan ekspor sompletely knock down (CKD) sebanyak 53,03 ribu unit atau senilai Rp 1,23 triliun,” Agus menambahkan.

Lebih lanjut ia menyampaikan, dengan dampak signifikan ini industri otomotif dinilai memiliki peran penting dan strategis sehingga dimasukkan ke dalam peta jalan Making Indonesia 4.0 yang mendapat prioritas pengembangan dalam implementasi idustri 4.0 tersebut.

Sektor industri otomotif sendiri ditargetkan pada 2030 akan menjadi pemain global dan ekspor hub kendaraan bermotor baik untuk kendaraan berbasis bahan bakar minyak maupun kendaraan listrik.

“Hal ini tentunya akan memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global serta menjadi jembatan bagi industri kecil dan menengah untuk juga bisa masuk ke dalam rantai suplai industri otomotif global,” tutup Agus. (Uli)