Tips Pilih Broker Forex Yang Tepat Dan Anti-Tertipu

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Selasa, 17 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Dalam perdagangan/trading forex atau saham, peran broker sangatlah penting. Pasalnya broker inilah yang menyediakan berbagai perlengkapan trading Anda mulai dari platform trading hingga fasilitas leverage.

Belajar dari kasus Sunton Capital tahun lalu, penting bagi Anda untuk tahu cara memilih broker forex terbaik dan menghindari broker forex penipu. Apalagi faktanya kerugian di pasar modal dan pasar komoditas tidak bisa diklaim seperti kehilangan tabungan yang bisa diklaim di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Aplikasi dari broker forex bisa dikombinasi dengan daftar aplikasi trading forex terbaik menurut Investbro.id agar Anda mendapatkan keuntungan maksimal. Berikut cara memilih broker forex yang tepat yang dilansir dari Merdeka.com (16/05/2022):

  1. Periksa Legalitasnya

Sekali lagi, kerugian trading forex tidak bisa diklaim di lembaga mana pun, sehingga penting bagi Anda untuk memeriksa legalitas perusahaan broker forex yang Anda inginkan. Jika perusahaan tersebut legal, Anda bisa melaporkannya ke pihak yang berwajib, bila terjadi penipuan.

Sebab trading forex di Indonesia masuk dalam kategori perdagangan berjangka komoditas, sehingga bukan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melainkan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan RI. Oleh karena itu, semua broker forex yang resmi beroperasi di Indonesia harus memiliki lisensi dari otoritas tersebut.

Sayangnya, umumnya perusahaan broker yang masuk daftar legal BAPPEBTI merupakan perusahaan broker nasional yang biasanya memiliki variasi perdagangan terbatas.

Maka itu, bila Anda ingin trading menggunakan jasa perusahaan luar negeri, sebaiknya Anda memilih perusahaan yang memiliki sertifikasi dari lembaga internasional, antara lain Australian Securities and Investments Commission (ASIC), Japanese Financial Services Agency (FSA), Financial Conduct Authority (FCA) United Kingdom, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Amerika Serikat, dan National Futures Association Amerika Serikat.

  1. Periksa Profil dan Rekam Jejaknya

Cara memilih broker forex yang tepat selanjutnya adalah memeriksa profil dan rekam jejaknya. Untuk itu, ada beberapa hal yang patut untuk Anda pertimbangkan, yaitu waktu pendirian dan masa beroperasi perusahaan, jumlah nasabah aktif dan dana yang dikelola, apakah broker terkait memisahkan dana nasabah dari dana operasional perusahaan atau tidak, pernahkah diterpa isu buruk atau tidak, dan orang-orang di belakangnya termasuk jajaran direksinya.

Terakhir, validitas alamat kantor perusahaan dan website resmi perusahaan, membuka website review broker forex seperti DailyFX, Daily Forex, Nerdwallet, cari review dari pihak ketiga seperti dari komunitas trading dan memeriksa aneka kasus yang pernah melibatkan perusahaan tersebut di Google.

Khusus untuk broker forex nasional, Anda bisa mengunjungi laman BAPPEBTI untuk tahu apa laman resmi mereka dan bagaimana rekam jejaknya.

  1. Fasilitas dari Broker

Perlu Anda pahami, setiap broker menawarkan fasilitas trading berbeda-beda. Berikut ini beberapa fasilitas trading yang patut diperhatikan: platform trading, currency pairs yang ditawarkan, biaya, dan fasilitas leverage yang tersedia.

Beberapa perusahaan forex juga menawarkan transaksi syariah yang mana dalam transaksi ini tidak ada opsi untuk swap account atau binary trading. Dengan demikian, akun syariah ini cocok untuk Anda yang ingin trading sesuai dengan panduan dari MUI.

  1. Pertimbangkan Aspek Penunjang

Selain faktor fasilitas trading di atas, pertimbangkan juga beberapa aspek penunjang trading yang tersedia.

Misalnya akun demo dan fasilitasnya, kualitas layanan customer service, komunitas trading, dan fasilitas edukasi. Beberapa perusahaan trading menyediakan fasilitas edukasi tambahan, seperti artikel, buku, bahkan webinar. Fasilitas edukasi ini penting untuk mengembangkan kemampuan trading Anda.

  1. Waspada terhadap Promosi

Keuntungan perusahaan broker adalah semakin banyaknya jumlah pengguna baru layanan mereka. Oleh karena itu, mereka gencar melakukan promosi, mulai dari menawarkan promo no deposit account (trading tanpa perlu deposit dulu), mengadakan lomba trading sampai menggunakan jasa introducing broker atau influencer media sosial.

Jika Anda tertarik pada berbagai promonya, pastikan Anda memeriksa 4 hal lain terlebih dulu sebelum resmi menggunakan jasa broker tersebut. Hal ini berkaca pada kasus Doni Salamanan dan Indra Kenz, yang dituding melakukan penipuan berkedok forex trading dan binary options.

Perlu diingat, trading instrumen apa pun tidak ubahnya seperti bisnis biasa. Perlu waktu dan usaha untuk menghasilkan tingkat keuntungan tertentu. Jadi, jangan mudah percaya pada orang atau perusahaan broker yang menawarkan trading forex dengan tingkat keuntungan tinggi dalam waktu singkat.

Akhir kata, Anda harus bepedoman pada sikap skeptis saat memilih perusahaan broker. Sikap skeptis ini akan mendorong Anda untuk memeriksa seluruh aspek dalam perusahaan tersebut dan bisa jadi menolong Anda dari tindak pidana penipuan. (Uli)

Berita Menarik Lainnya

loading...