Tips Beli Laptop Atau PC Bekas, Jangan Sampai Salah Beli

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 3 Maret 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Barang elektronik bekas seperti PC dan juga komputer, akan mudah kita temukan di dealer komputer atau di e-commerce.

Untuk Anda yang ingin memiliki laptop baru, cara ini bisa membuat Anda menghemat uang. Namun, banyak risiko Anda membawa pulang laptop cacat.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum membeli laptop atau PC bekas agar Anda tak terjebak membeli barang rusak dengan harga yang mahal. Melansir dari Merdeka.com (01/03/2021), berikut ulasannya!

  1. Hindari Laptop yang Lebih Dari 3 Tahun

Tidak bisa dimungkiri, banyak perangkat elektronik yang kinerjanya memburuk seiring waktu. Meski banyak laptop yang secara spesifikasi terlihat sama dan kinerja yang tidak bisa dibedakan oleh pengguna awam, makin lawas laptop, kinerjanya makin memburuk. Selain itu, berbagai fitur seperti USB C akan lebih modern di laptop yang lebih baru.

Jadi, jangan sampai laptop yang Anda beli menunjukkan usianya dalam waktu dekat setelah Anda beli. Hal ini akan membuat investasi ke laptop bekas Anda buruk. Jadi, pilih laptop dengan usia maksimal dua tahun.

  1. Periksa Spesifikasi Baik-Baik

Mungkin Anda orang awam di dunia komputer, jangan khawatir. Karena tidak terlalu banyak spesifikasi yang harus diperiksa. Yang paling penting adalah yang satu ini, Anda harus pilih SSD ketimbang HDD untuk hardisk Anda. SSD bekerja jauh lebih cepat, meski harga sedikit lebih mahal. Namun sudah jadi rahasia umum kalau HDD tak akan jadi lebih baik dalam jangka panjang sehingga bagaimana pun SSD wajib dipilih.

Kedua, ukuran SSD tersebut jangan sampai lebih kecil dari 128GB, mengingat makin besarnya file di masa kini. pilihan storage 64GB akan sangat kecil. Bayangkan, ukuran storage HP pun 64GB termasuk kecil.

Pastikan juga, hard drive sudah bersih sebelum Anda bawa pulang. Minta penjual untuk memformat SSD agar tidak ada malware yang terselip dalam hard drive.

Soal prosesor, pilih CPU Intel Core minimal i5. Prosesor ini sudah mampu menghajar pekerjaan seperti edit foto dan video, desain, bahkan merekam musik sendiri Anda di rumah. Tentu, makin besar anggaran Anda makin baik untuk menentukan prosesor terbaik. Namun jangan pilih prosesor tua seperti Celeron, karena laptop akan lambat.

Layar pun juga jadi komponen penting. Paling tidak, pilih layar IPS HD. Hindari layar berbasis TN yang akan terlihat kusam dan pudar dibanding laptop masa kini.

  1. Periksa Baterai

Salah satu hal paling penting di laptop adalah baterainya. Membeli laptop bekas harus waspada, karena salah satu alasan seseorang menjual laptopnya adalah baterai yang sudah rusak dan menua.

Anda harus berbicara di awal dengan penjual kalau Anda ingin uji baterai terlebih dahulu, jika perlu merekamnya untuk bukti. Yang harus dilakukan adalah pastikan Anda bisa mengisi hingga penuh, lalu gunakan laptop hingga baterai habis. Jika durasi nyala laptop tersebut tak wajar, Anda perlu mengembalikannya, atau minta penjual mengganti komponen baterainya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: