Tips Bantu Ibu Bekerja Usir Rasa Bersalah Kepada Si Kecil

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Kamis, 24 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Bagi para ibu yang bekerja, ada satu perasaan berasalah yang kerap meliputi kesehariannya. Perasaan ini biasanya muncul ketika melihat buah hati mengajak bermain namun kita masih harus tetap bekerja.

Jika memilih bekerja, ibu akan melewatkan waktu untuk menyaksikan tumbuh kembang anak-anaknya. Memilih tak bekerja pun juga akan menimbulkan perasaan bersalah karena tak bisa mewujudkan cita-cita kariernya.

Dikutip dari Dream.co.id (22/12/2020), seorang jurnalis sekaligus penulis buku “ Forget Having It All”, Amy Westervelt, mengatakan bahwa ibu bekerja acapkali berharap bisa bekerja dengan perasaan seolah-olah tidak memiliki anak dan membesarkan anak seolah-olah tidak bekerja.

Dilema inilah yang menyebabkan seorang ibu bekerja merasa bersalah. Bersalah karena bekerja dan bersalah karena tidak bekerja.

“ Batasan yang kabur antara waktu kerja dengan keluarga atau melewatkan waktu bersama dengan keluarga sering membuat para ibu merasa gagal,” kata Amy.

Tak Jarang Kejar Keseimbangan Karier-Keluarga

Ibu yang bekerja tak jarang mengejar keseimbangan dalam pekerjaan untuk menjadi sosok  yang diidamkan anak-anak. Mereka tak hanya merasa bersalah karena bisa mengecewakan anak-anak, hingga pimpinan, tetapi juga malu memberi tahu teman betapa stresnya menjadi sosok yang “ seimbang”.

Apalagi, pandemi Covid-19 membuat orang tua yang bekerja, termasuk ibu, harus mencari solusi untuk pendidikan dan perawatan anak. Dari sini, terlihat bahwa perempuan masih merasa tidak proporsional mengurus pekerjaan rumah dan anak-anak saat bekerja. Alhasil, timbul perasaan bersalah karena anak-anak menghabiskan waktu di layar, sedangkan ibu di Zoom.

Melepaskan perasaan bersalah menjadi satu-satunya cara agar ibu bekerja tidak lagi merasa galau, bahkan stres. Lalu, bagaimana caranya?

Maafkan Diri Sendiri

Pertama, memaafkan diri sendiri. Melepaskan perasaan bersalah dimulai dengan komitmen untuk berhenti menyalahkan diri sendiri. Rasa bersalah ini akan berubah menjadi perasaan malu dan menyakitkan secara emosional dan akan menghakimi bahwa kamu itu ibu yang buruk dan karyawan tidak baik.

Kedua, tinjau kembali nilai-nilaimu. Perjelas apa nilai dan prioritas ibu dalam kehidupan dan jalankanlah. Jika keluarga menjadi prioritas, kamu bisa melibatkan anak dalam pekerjaan yang dilakukan atau membuat makanan. Kamu juga bisa membuat akhir pekan sebagai waktu khusus untuk keluarga.

Ketiga, meminta bantuan dari orang tua, keluarga, atau teman untuk melakukan suatu pekerjaan, misalnya menjaga anak. Salah satu hal tersulit yang harus dilakukan adalah meminta bantuan. Alih-alih meminta bantuan, seorang ibu bekerja mungkin hanya menambahkan stresnya dengan melakukan SEMUA hal sendirian.

Usahakan Hadir di Tengah Keluarga

Keempat, bersikap baik di rumah. Perlu dicatat, kehadiran orang tua di rumah sangat penting untuk emosional anak. Inilah peluang yang bisa digunakan oleh ibu bekerja untuk menepis rasa bersalah. Kamu bisa “ hadir” dengan menghibur anak yang sedang sedih, dan memuji ketika sang anak berhasil melakukan hal yang baik.

Kelima, berhenti mengikut hal-hal yang membuatmu bersedih. Di media sosial, ada banyak hal yang bisa membuat ibu bekerja menjadi baper. Sebut saja, menyaksikan teman yang membagikan foto keluarga atau sedang menonton di bioskop. Jika unggahan ini membuatmu larut dalam kesedihan, lebih baik berhenti sejenak untuk mengikuti akun teman.

Terakhir, ingatlah bahwa perasaan bersalah berkaitan erat dengan empati. Merasa bersalah berarti kamu masih memiliki rasa kasih sayang dan perhatian kepada orang-orang sekitar. Menyingkirkan perasan bersalah bukan berarti kamu bukan ibu yang penyayang dan baik hati. Empati di balik rasa bersalah akan terwujud. Kekuatan kasih sayang bisa memotivasimu untuk terhubung dengan perasaan serta menemukan kegembiraan menjadi seorang ibu. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: