Tipe Pegawai Apa Adanya Cenderung Akan Lebih Sukses

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Selasa, 18 Februari 2020

Indolinear.com, Jakarta – Kita semua pernah mengalami hari buruk. Sangat jarang orang yang selalu bangun tidur setiap hari dengan suasana hati yang ceria. Kadang-kadang kita semua merasa sedikit “ ngedumel” daripada hari-hari biasa.

Hal ini normal terjadi pada semua manusia. Entah itu perasaan marah, frustrasi, atau kesedihan. Kamu pernah merasakan itu, Sahabat Dream?

Menariknya, sebuah studi baru menunjukkan bahwa perilaku yang jujur di kantor bisa meningkatkan produktivitas dan membangun hubungan yang baik dengan rekan kerja. Intinya, berperilakulah seperti yang kamu rasakan. Jangan memalsukannya.

Dikutip dari Dream.co.id (16/02/2020), ahli manajemen di Sam M. Walton College University of Arkansas, Chris Rosen, mengatakan karyawan yang “ tidak memakai topeng” saat bekerja cenderung mendapatkan dukungan dan kepercayaan yang tinggi dari rekan kerja.

“ Orang-orang ini juga ditemukan memiliki progres pekerjaan yang lebih tinggi,” kata Rosen.

Suasana kerja selama ini cenderung menuntut pegawai untuk selalu bersikap positif. Tapi, hal itu tak bisa diterapkan kepada orang-orang yang mungkin sedang menghadapi masalah dan kesengsaraan.

Dari sini, tim peneliti menyimpulkan bahwa karyawan akan benar-benar merasa lebih baik dan bekerja lebih keras kalau tidak menyembunyikan perasaan dengan senyum palsu.

Empat Jenis `Pemasang Senyum Palsu`

Dalam studi yang terbit di Journal of Applied Technology, penelitian ini melibatkan lebih dari 2.500 pegawai dari berbagai bidang mulai dari keuangan sampai teknik. Kuesioner itu mengukur dua jenis emosi di tempat kerja, yaitu “ pura-pura” di permukaan dan di dalam.

Mereka yang suka berpura-pura maksudnya berusaha memasang senyum palsu saat berinteraksi dengan rekan kerja. Sementara pegawai yang tulus berusaha mengubah emosinya sendiri agar lebih menyenangkan di tempat kerja.

Hasilnya, peneliti menemukan empat tipe individu yang menyamar dan mengatur emosinya di depan rekan kerjanya.

Keempat tipe pegawai itu adalah Non actor adalah mereka yang tampil apa adanya jarang menyembunyikan perasaan yang sebenarnya. Kalaupun ditampilkan masih dalam batas kecil. Kedua tipe Low Actors yang sedikit memperlihatkan sifat asli di permukaan.

Tipe ketiga adalah deep actor yaitu pegawai yang banyak memperlihatkan perasaan palsu dan akting permukaan level rendah. Terakhir adalah tipe regulators yaitu mereka yang banyak memperlihatkan sifat palsu di dalam dan diluar penampilan.

Pegawai yang cenderung menyembunyikan perasaan sesungguhnya biasanya dimotivasi oleh perasaan mementingkan diri sendiri. Orang-orang ini percaya bahwa dengan menyembunyikan perasaan mereka, mereka akan mendapatkan akses ke sumber daya kerja tambahan, dan terlihat baik di depan manajer dan rekan kerja mereka.

Sabaliknya para pegawai tipe deep actors biasanya lebih termotivasi oleh faktor-faktor “ pro-sosial”. Ini berarti mereka memilih untuk menyembunyikan emosi karena percaya bisa menumbuhkan lingkungan kerja yang lebih sehat.

Sementara tipe regulators akan menjadi pegawai yang paing sering mengalami kelelahan emosional yang hebat dan capek. Sementara itu, tipe deep actors cenderung untuk  mengejar kebahagian diri sendiri. (Uli)

INDOLINEAR.TV