Tingkatkan Perekonomian Keluarga, Ibu-Ibu Dilatih Keterampilan Menjahit

FOTO: sopy/indolinear.com
Kamis, 10 Oktober 2019

Indolinear.com, Tangsel – Dalam mencapai perekonomian keluarga guna memenuhi kebutuhan sandang pangan dan papan, manusia diharapkan dapat memperoleh atau menciptakan lapangan kerja yang produktif dan mampu memberikan jaminan bagi perekonomian setiap rumah tangga.

Dalam suatu situasi dan kondisi, khususnya ibu-ibu rumah tangga seyogyanya tetap bisa berperan aktif untuk dapat membantu perekonomian keluarga yang berawal dari rumah.

Sebagai wujud kepedulian pemberdayaan masyarakat dhuafa bagi ibu ibu rumah tangga, Fani Ratih Mahandri seorang ibu rumah tangga yang juga bergerak di bidang fashion design khususnya muslim wedding gown menyelenggarakan kegiatan sosial Pelatihan Gratis Keterampilan Menjahit.

Pelatihan Gratis Keterampilan Menjahit ini merupakan suatu proses yang pada hakikatnya bertujuan untuk terwujudnya perubahan guna membantu dan meningkatkan perekonomian keluarga pra sejahtera. Oleh karena itu, dimulai dari titik memberikan semangat untuk individu tergerak melakukan suatu sikap dan perilaku kemandirian, termotivasi, dan memiliki keterampilan.

Program dilaksanakan menyesuaikan situasi kondisi ibuibu rumah tangga. Bergerak menjemput bola. Mendekati aktifitas ibu rumah tangga sehari hari agar sesuai dengan tujuan utama pelatihan yakni mengisi waktu luang dengan menghasilkan tenaga yang terampil dan profesional.

Pelatihan ini diadakan di sekolah sekolah gratis dan beberapa sekolah-sekolah Iainnya di wilayah Tangerang Selatan pada khususnya. Dengan waktu pe|aksanaan yang mengikuti jam sekolah anak, diharapkan dengan penempatan waktu yang efisien mempermudah ibu-ibu utuk dapat mengakses program secara maksimal.

“Disamping ketrampilan penjahit, program juga akan dilengkapi dengan pemberian pengetahuan tentang manajemen sederhana dalam mengelola usaha, biaya produksi dan memasarkan produk tersebut. Kedepannya, kami berencana panjang untuk dapat bisa menyiapkan sebuah tempat pelatihan beserta alat-alat yang dibutuhkan agar peserta pelatihan agar terus bisa berlatih meningkatkan keterampilan menjahitnya hingga mandiri dan siap menciptakan peluang usaha,” jelas Fani.

Sebagai pilot project Pelatihan Gratis Keterampilan Menjahit diawali dengan target peserta ibu-ibu sekolah gratis AI-lman, Graha Raya Bintaro. Materi dasar pertama yaitu membuat jilbab instan dan gamis. Proses belajar mengajar diawali dengan perkenalan alat-alat jahit, demo dan praktek menggunakan mesin jahit portable.

“Untuk sesi kedua meliputi perkenalan bahan, membuatan pola dan menjahit di kain yang sudah disiapkan sebelumnya. Untuk jilbab instan sendiri waktu pelaksanaannya akan dibagi menjadi 3 sesi. Satu kali seminggu dalam waktu satu bulan. Dalam sesi ini diharapkan para peserta termotivasi dan merasa bangga bisa membawa pulang jilbab hasil karya mereka sendiri,” paparnya.

Sesi pertama tersebut kurang lebih 30 orang peserta yang hadir menyambut secara antusias dan penuh semangat. Bahkan berdasarkan informasi yang disampaikan Iangsung dari peserta, banyak juga saudara, teman dan tetangga mereka yang berharap besar untuk bisa ikut serta dalam PeIatihan Gratis Keterampilan Menjahit ini.

“InsyaAllah semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang banyak bagi mereka yang membutuhkan,” harapnya.(Sopy)

INDOLINEAR.TV