Tingkat Vaksinasi Pemuda Rendah, Inggris sampai Mengiming-Imingi Pizza Dan Taksi Gratis

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 6 Agustus 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat vaksinasi Covid-19 rendah, sementara Inggris menjadi negara dengan tingkat vaksinasi Covid-19 tertinggi di dunia. Walaupun begitu, capaian ini tidak membuat pemerintahnya puas. Inggris masih punya pekerjaan rumah berupa tingkat vaksinasi pemuda yang terbilang rendah.

Setelah beberapa waktu menggembar-gemborkan sanksi, pemerintah Inggris Raya kini memakai taktik lain untuk menarik minat penduduk muda. Mereka mulai menawarkan insentif bagi anak-anak muda di sana agar mau divaksin Covid-19. Beberapa di antaranya adalah kupon makan pizza dan naik taksi gratis.

Kerjasama dengan Uber sampai Pizza Pilgrims

Menurut keterangan Departemen Kesehatan (1/8/2021), sejauh ini pemerintah telah bermitra dengan beberapa perusahaan dalam program insentif tersebut. Misalnya Uber, Bolt, Deliveroo, dan Pizza Pilgrims.

“Voucher atau kode diskon berlaku untuk orang-orang yang datang ke lokasi vaksinasi dan memesan tempat melalui NHS (Layanan Kesehatan Nasional), kompetisi di media sosial, dan tawaran promo untuk beragam restoran,” sambung pernyataan itu, dilansir dari Merdeka.com (05/08/2021).

Sebenarnya, pemerintah sudah pernah menggunakan pola insentif yang bermitra dengan Uber dan Bolt sebelumnya. Tapi, langkah ini kembali dimunculkan setelah tingkat vaksinasi anak muda di Inggris diketahui masih tertinggal dibandingkan generasi yang lebih tua.

Warga Inggris yang berusia di atas 80 tahun termasuk dalam kelompok pertama yang mendapatkan vaksinasi, pada Desember 2020. Sejak itu, pusat vaksinasi secara bertahap memperluas jangkauan dengan menargetkan demografis yang lebih muda.

Warga yang berusia 30 tahun dijanjikan mendapatkan vaksin dosis pertama pada Juni 2021. Sekitar 67 persen dari warga Inggris berusia 18–29 tahun sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama, sejak itu. Total 84,7 juta dosis vaksin telah didistribusikan di negeri Ratu Elizabeth, dengan 46,7 juta orang (88 persen) telah menerima dosis pertama, dan 37,9 juta (71,8 persen) telah divaksinasi penuh.

Tingkat Vaksinasi Tertinggi

Inggris menjadi negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia. Seiring dengan capaian itu, Perdana Menteri Boris Johnson melonggarkan hampir semua pembatasan yang diberlakukan untuk menekan infeksi Covid-19 per 19 Juli 2021.

Pada saat yang sama, pemerintahannya mengumumkan bahwa mereka yang divaksinasi penuh bisa memasuki klub malam pada akhir September 2021. “Ketika semua yang berusia di atas 18 tahun sudah menerima suntikan kedua,” katanya.

“Meski kita melihat antusiasme jutaan anak muda untuk disuntik, kami justru lebih membutuhkan lebih banyak lagi anak muda untuk menerima proteksi yang manfaatnya tidak hanya untuk keluarga dan teman-teman, tetapi juga diri sendiri. Dan karena itu, saya ingin mengingatkan semua orang bahwa kesenangan dan kesempatan hidup terpenting saat ini akan semakin bergantung pada vaksinasi,” kata Johnson, saat itu.

Pemerintah juga meluncurkan sejumlah tempat vaksinasi sementara di seluruh negeri dan mendorong warga untuk datang langsung. Lebih dari 600 ribu orang divaksinasi pada minggu lalu di tempat-tempat itu, termasuk di London’s Tate Modern Gallery dan toko Primark di Bristol.

Salurkan Vaksin ke Negara Lain

Sementara, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengumumkan bahwa mulai minggu lalu mengirimkan sembilan juta vaksin Covid-19 ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19. Lima juta dosis di antaranya ditawarkan kepada COVAX, skema untuk memastikan akses global yang adil terhadap vaksin Covid-19.

Dalam rilis Kedubes Inggris disebutkan, COVAX akan segera mendistribusikannya ke negara-negara berpenghasilan rendah melalui sistem alokasi yang adil, yang memprioritaskan pengiriman vaksin kepada orang-orang yang paling membutuhkannya. Empat juta dosis lainnya akan dibagikan langsung kepada negara-negara yang membutuhkan.

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mencapai lebih dari tiga juta kasus seiring penyebaran varian delta. Untuk mendukung upaya Presiden Joko Widodo mempercepat program vaksinasi nasional, pemerintah Inggris akan menyumbangkan sekurangnya 600.000 dosis vaksin AstraZeneca sebagai bagian dari kerja sama bilateral kedua negara yang lebih luas dalam menjawab tantangan pandemi Covid-19.

Inggris menyumbangkan vaksin University of Oxford-AstraZeneca, yang dibuat oleh Oxford Biomedica di Oxford dan dikemas di Wrexham, North Wales. Ini adalah vaksin tahap pertama yang dibagikan hingga tahun depan, dari 100 juta dosis yang dijanjikan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada pertemuan kelompok G7 bulan lalu di Cornwall, dengan 30 juta akan dikirim sebelum akhir tahun. (Uli)