Timnas Basket Indonesia Masih Dinaungi Keyakinan Seusai Takluk Dari Yordania

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Rabu, 6 Juli 2022

Indolinear.com, Jakarta – Tim nasional bola basket Indonesia masih dinaungi keyakinan seusai takluk dari Yordania pada laga terakhir Grup C Kualifikasi FIBA World Cup 2023 Zona Asia.

Laga timnas basket Indonesia vs Yordania dalam rangkaian Kualifikasi FIBA World Cup 2023 Zona Asia itu berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada Senin (4/7/2022) malam WIB.

Timnas basket Indonesia selaku tuan rumah sejatinya tampil apik pada awal laga tersebut. Mereka mampu mencetak delapan poin beruntun dan membuat Yordania terkena tiga kali turnover.

Ketika timnas Indonesia sudah mencetak delapan angka, Yordania baru bisa membuka keran poin pada menit ketiga.

Meski mampu memulai pertandingan dengan baik, Indonesia pada akhirnya harus rela menelan kekalahan dari Yordania.

Mereka takluk dengan skor 52-77 setelah kehilangan ritme pada kuarter kedua serta ketiga.

Dalam kedua kuarter tersebut, timnas basket Indonesia besutan pelatih Rajko Toroman hanya mampu mencetak 12 poin.

Di sisi lain, Yordania mampu memborong total raihan 42 poin pada kuarter kedua dan ketiga.

Situasi itulah yang kemudian menempatkan Indonesia ke dalam situasi sulit hingga takluk dengan selisih 25 angka dari Yordania.

Seusai pertandingan, Rajko Toroman selaku pelatih timnas basket Indonesia mengakui ketangguhan Yordania yang ia nilai memiliki keunggulan dalam hal rebound.

Berdasarkan statistik, Yordania memang unggul jauh dalam hal rebound. Mereka mencatatkan total 56 rebound atau 20 kali lebih banyak daripada Indonesia.

“Yordania sangat kuat, terutama dalam permainan inside. Mereka memperoleh 20 rebound lebih banyak daripada kami,” kata Rajko Toroman dalam sesi konferensi pers seusai laga, dilansir dari Kompas.com (05/07/2022).

Setelah itu, Rajko Toroman juga mengakui bahwa Indonesia tak memiliki keseimbangan antara permainan inside dan outside ketika bersua Yordania.

Hal tersebut menjadi krusial. Sebab, di sisi lain, Yordania memiliki keseimbangan tim. Mereka punya pemain yang bisa mengeksploitasi paint area Indonesia.

Lalu, pada saat bersamaan, Yordania juga punya sederet pemain yang mampu memaksimalkan tembakan tiga angka.

“Kami bergantung pada percobaan dari sisi luar (tembakan 3 angka). Masalahnya adalah kami tidak punya keseimbangan dalam permainan inside maupun outside,” ujar Rajko Toroman.

Kendati demikian, Rajko Toroman tetap meyakini bahwa Indonesia akan menjadi tim yang lebih siap ketika tampil pada FIBA Asia Cup 2022.

“Saya yakin, dengan tim ini, kami akan lebih siap daripada hari ini,” ucap Rajko Toroman.

Adapun FIBA Asia Cup 2022 dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 12 sampai 24 Juli mendatang.

Ajang ini menjadi kesempatan terakhir Indonesia untuk lolos ke putaran final FIBA World Cup 2023 setelah gagal mengamankan tiket di babak kualifikasi.

Timnas basket Indonesia selaku tuan rumah setidaknya harus menembus delapan besar FIBA Asia Cup 2022 untuk bisa lolos dan tampil pada FIBA World Cup 2023.

Dalam perjalanan menuju delapan besar FIBA Asia Cup 2022, Indonesia kembali harus bersaing dengan Arab Saudi dan Yordania di Grup A. Selain itu, anak-anak asuh Rajko Toroman juga akan melawan Australia.

Keyakinan dalam diri Rajko Toroman menjelang FIBA Asia Cup 2022 juga tak lepas dari peluang tampilnya pemain naturalisasi, Marques Bolden.

Ketika Indonesia takluk dari Arab Saudi dan Yordania dalam rangkaian kualifikasi di Jakarta, Marques Bolden tak diturunkan oleh Rajko Toroman.

Kemungkinan, Marques Bolden baru akan tampil ketika Indonesia berjuang mengamankan posisi delapan besar FIBA Asia Cup 2022.

Menurut Rajko Toroman, kehadiran Marques Bolden akan berdampak signifikan terhadap permainan timnas Indonesia.

“Juga bersama Bolden, kami punya kesempatan lebih besar untuk mengalahkan Arab Saudi dan menyaingi Yordania,” ucap Rajko Toroman.

“Yordania adalah salah satu tim kuat di Asia, tapi jika ingin lolos ke Piala Dunia, kami harus melawan dan memaksimalkan kesempatan untuk mengalahkan mereka,” tutur pelatih yang akrab disapa Coach Toro tersebut. (Uli)