Tim Penyelamat Selamatkan Ibu dan Bayi Korban Gempa Iran

kompascom/indolinear.com
Rabu, 15 November 2017
loading...

Indolinear.com, Iran – ┬áTim penyelamat Iran terus berlomba dengan waktu untuk menyelamatkan warga yang selamat di tengah jumlah korban tewas yang semakin bertambah.

Pasca-gempa berkekuatan 7,3 skala Richter yang mengguncang perbatasan Iran dengan Irak, pemerintah Iran mengumumkan data terkini korban tewas telah mencapai 300 orang.

Korban paling banyak ada di Provinsi Kermanshah.

Dikutip dari Kompascom, Rabu (15/11/17),  petugas koroner menyatakan sebanyak 328 orang tewas, dan 2.350 warga lainnya terluka.

Petugas penyelamat berada di sekitar provinsi tersebut untuk mencari warga yang selamat.

Media lokal memberitakan, seorang ibu dan bayinya berhasil diselamatkan dari puing-puing bangunan di Kota Sar-e Pol-e Zahab.

Kota Sar-e Pol-e Zahab menjadi wilayah yang paling parah terkena gempa. Di kota berpenduduk 85.000 jiwa itu, 236 orang dilaporkan meninggal.

Dua kota yang berdekatan dengan Zahab, Eslamabad dan Qasr-e Shirin juga terkena kerusakan yang cukup parah.

AFP kembali melansir, petugas penyelamat membagikan selimut dan makanan hangat kepada warga selamat yang memilih menghabiskan malam dengan berada di luar rumah.

Sebelumnya, gempa terjadi sekitar pukul 21.18 waktu setempat pada kedalaman sekitar 25 kilometer saat orang-orang sedang berada di rumah.

Getaran gempa dirasakan hingga 20 detik di Baghdad, bahkan lebih lama di sejumlah wilayah di Irak.

Getaran akibat gempa juga dilaporkan dirasakan hingga Pakistan, Lebanon, Kuwait dan Turki, seperti dilaporkan kantor berita masing-masing negara.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (AS) menyatakan, pusat gempa berada 30 kilometer sebelah barat daya Halabja, kota yang masuk wilayah Pemerintahan Regional Irak Kurdi. (Gie)