Tim Ilmiah Internasional  Mencari Jejak Peradaban Asing Di Luar Angkasa

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 28 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, New York – Tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh seorang profesor dari Universitas Harvard akan mencari ruang untuk membuktikan adanya ‘peradaban teknologi luar angkasa’.

Upaya yang dijuluki Proyek Galileo ini dipimpin oleh seorang profesor sains di Departemen Astronomi Universitas Harvard, Avi Loeb.

Menurut Loeb, proyek ini bertujuan untuk menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam mempelajari data dari survey astronomi melalui beberapa cara.

Mulai dari cara yang memungkinkan pendeteksian pelancong antarbintang, struktur teknologi buatan alien, dan fenomena udara tak dikenal (UAP).

“Ilmu pengetahuan tidak boleh menolak penjelasan luar angkasa yang potensial, kita sekarang harus ‘berani melihat melalui teleskop baru’, baik secara harfiah maupun kiasan,” kata Loeb.

Dikutip dari Tribunnews.com (27/07/2021), Loeb sebelumnya menyatakan bahwa manusia telah menemukan contoh teknologi alien, setelah objek kosmik aneh, ‘Oumuamua’, melintasi Bumi pada 2017 lalu dan diidentifikasi sebagai komet atau asteroid.

Pada 2020, Loeb termasuk diantara mereka yang mengklaim bahwa objek kosmik itu kemungkinan merupakan peralatan luar angkasa yang dibuat oleh teknologi alien.

“Kami hanya bisa berspekulasi apakah ‘Oumuamua’ dapat dijelaskan dengan penjelasan ilmiah yang belum pernah terlihat sebelumnya, atau dengan memperluas imajinasi kami bahwa ‘Oumuamua’ mungkin menjadi objek teknologi luar angkasa, mirip dengan lightsail atau piringan komunikasi yang sangat tipis, yang sesuai dengan astronomi, data ini cukup baik,” jelas Loeb.

Menurut laman resmi Universitas Harvard, proyek Galileo ini tampaknya terinspirasi oleh ‘Oumuamua’, karena proyek tersebut akan berkonsentrasi pada pencarian dan pemeriksaan ‘objek antarbintang yang mirip Oumuamua’.

Perlu diketahui, ‘teknologi alien’ yang memungkinkan perjalanan antara bintang dan galaksi ini telah lama melibatkan pikiran para ‘penggemar ruang angkasa’, meskipun tidak ada bukti yang kredibel bahwa teknologi itu benar-benar ada. (Uli)