loading...

Tiga Seni Tarian Tradisional Yang Dimiliki Oleh Bogor

FOTO: net/indolinear.com
Rabu, 29 Juli 2020
Bogor | Uploader puspita

Indolinear.com, Bogor – Ternyata Kota Bogor mempunyai kekayaan seni tradisional berupa tarian khas. Selama ini Kota Bogor lebih terkenal sebagai kota hujan karena di wilayah ini curah hujannya tinggi.

Belum banyak yang tahu jika Bogor mempunyai seni tradisional. Mau tahu apa saja? Berikut lima tarian khas yang dimiliki oleh Bogor.

Tari Rampak Gendang

Tarian Rampak Gendang memiliki arti suatu pertunjukkan gendang yang dimainkan secara bersama-sama. Tarian ini dimainkan oleh sekitar sepuluh orang . Dengan mengenakan kostum yang sama.

Para penari berdiri di dekat alat musih gendang. Tarian dimulai dengan aba-aba dari salah satu penari. Alunan musik energik menghentak penonton yang hadir. Pertunjukkan musik itu biasa disebut Rampak Gendang.

Kata Rampak berasal dari bahasa sunda yang berarti serempak atau secara bersama-sama. Oleh karena itu, pertunjukkan tarian ini selalu dimainkan oleh dua orang atau lebih. Gendang atau kendang merupakan alat musik utama dari pertunjukkan Rampak Gendang.

Alat musik ini berfungsi sebagai pengatur irama. Alat musik lainnya dalam pertunjukkan Rampak Gendang adalah rebab, gitar, dan alat gamelan yang lain. Semua alat musik itu kemudian dipadukan membentuk suatu irama yang energik dan bersemangat.

Kesenian Rampak Gendang merupakan representasi dari kebersahajaan masyarakat Sunda. Di dalam kesenian tersebut kaya akan nilai-nilai filosofis. Nilai filosofis tersebut mencerminkan masyarakat Sunda yang guyub dan harmonis. Yang berlandaskan sifat-sifat kegotong-royongan dan keceriaan.

Tari Kandagan

Tari kandangan merupakan pengembangan dari tari Renggarini. Kreasi tari salah satu maestro tari Sunda, Raden Tjetje Somantri pada tahun 1957. Tari Renggarini sendiri awalnya diberi nama tari topeng Wadon.

Karena dianggap namanya kurang representatif, diganti menjadi ‘Renggarini’ yang berarti wanita yang enerjik. Kandagan mempunyai arti wadah untuk menyimpan perhiasan dan barang berharga. Nama Kandagan dimaksudkan bahwa tari ini merupakan kumpulan berbagai gerakan tari yang indah.

Tarian yang memerlukan keterampilan dan latihan keras ini, ditampilkan baik secara tunggal maupun berkelompok. Para penari Kandagan pemula perlu melakukan rangkaian olah badan dan persiapan tari.

Tari Kandagan memiliki sifat putri yang gagah. Karena itulah unsur maskulinitas lebih ditonjolkan dalam gestur para penarinya. Maskulinitas tersebut terlihat dalam sikap gerak, kepala, badan, kaki dan tangan yang digunakan dalam tari ini.

Kostum yang dugunakan tari Renggarini dengan Tari Kandagan berbeda. PenarivKandagan menggunakan siger dengan rambut gambuh kecil, baju tutup kutung berkerah hitam,dan sanggul disertai tata rias kandagan. Adapun tari Renggarini menggunakan hiasan kepala yang merupakan pengembangan desain iket, berbaju kebaya kutung merah tua dan tidak menggunakan sanggul.

Tari Ketuk Tilu

Tari Ketuk Tilu merupakan tarian hiburan atau tarian pergaulan. Tarian ini cikal bakal dari tari jaipong yang sangat terkenal di Jawa Barat. Tari Ketuk Tilu ini dulunya merupakan tarian pada upacara adat menyambut panen padi sebagai ungkapan rasa syukur kepada “Dewi Sri” (dewi padi dalam kepercayaan masyarakat Sunda).

Nama ketuk tilu di ambil dari alat musik pengiring yang biasa di sebut dengan bonang yang mengeluarkan 3 suara diantaranya irama rebab, kendang indung dan kulanter.

Gerakan yang di lakukan dalam tarian ini adalah gerakan seperti goyang, pencak, muncid, gitek dan geol. Setiap gerakan tersebut memiliki nama sendiri seperti depok, bajing luncat, oray orayan, lengkah opat, ban karet dan lain lain. Pertunjukan tarian ini di awali dengan alunan musik dan lagu pengiring untuk mengumpulkan para penonton.

Kemudian para penari memasuki panggung dengan  gerak jajangkungan dan dilanjutkan dengan gerak wawayangan yaitu saat penari sambil menari dan menyanyi. Setelah itu penari primadona muncul dan menari dan di lanjutkan dengan ngibing tunggal atau ibing jago dengan iringan 3 lagu. Lagu pengiringnya di antaranya Cikeruhan , Cijagran, dan mamang. Kemudian para penari mengajak para penonton untuk menari berpasangan.

Dalam pertunjukan Tari Ketuk Tilu ini lagu wajib yang harus di bawakan adalah kidung dan erang. Kemudian lagu lain yang di bawakan biasanya seperti tunggul kawung, sorong, kaji kaji, naek geboy, kembang beureum, sonteng dan lain – lain. Lirik lagu berbentuk pantun dengan tema tentang asmara dan kegembiraan. Selain itu ada juga lagu yang dibuat dengan lirik yang spontan (di buat pada saat itu juga). Instrument music pengiring yang di gunakan diantaranya adalah rebab, gong, kempul, kecrek, kendang besar dan kulanter.

Kostum yang di gunakan pada pertunjukan Tari Ketuk Tilu ini terdiri dari kostum pria dan kostum wanita. Kostum pria biasanya menggunakan baju kampret dengan warna gelap. Pada bagian bawah menggunakan celana pengsi dengan attribute seperti sabuk kulit dan golok.

Pada bagian kepala menggunakan ikat kepala. Untuk kostum wanita biasanya menggunakan pakaian kebaya dengan celana sinjang pada bagian bawah. Selain itu juga di lengkapi dengan aksesoris seperti sabuk, selendang, gelang, dan juga kalung. Pada bagian kepala penari biasanya menggunakan sanggul dengan hiasan rangkaian bunga untuk menambah kecantikan para penarinya.(pit)

Depok pun mempunyai tarian khas, mau tahu apa saja tarian itu? Berikut ulasannya.

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: