Tiga Pasang Calon Pilkada Tangsel, Pilih Siapa Kita?

FOTO: King Hendro Arifin/koranlinear
Rabu, 11 November 2015

Dua pekan terakhir saya sengaja mengeliling Kota Tangsel. Saya juga bingung, kenapa niatan mengelilingi Tangsel itu muncul. Padahal saya lahir, besar dan berinteraksi di Kota yang dimekarkan dari Kabupaten Tangerang ini. Dengan kata lain, setiap hari, Tangsel adalah wilayah peperangan ekonomi saya, bahasa lain dari mencari sesuap nasi dan memenuhi cicilan A sampai Z.

Keliling Tangsel sembari mengendarai kendaraan roda empat, saya melihat ada yang berbeda dibanding beberapa bulan sebelumnya. Ada yang memuaskan mata dan ada juga yang mengerutkan dahi. Perbedaaan apa itu? Interpretasinya jelas berbeda dengan apa yang ada di kepala saya dan yang membaca coretan tak sempurna ini.

Hanya saja karena KEBETULAN – penghalus kata dari SAYA SENGAJA – kolom ini memang dikhususkan untuk menulis apa yang ada dipikiran saya. So, isi dari tulisan ini pastinya sumbernya hanya satu. Apa yang saya lihat saya rekam di otak dan saya tuliskan disini. Jadi, jangan tersinggung guys!!

Pembangunan dan pengerjaan infrastruktur besar-besaran. Itulah perbedaaan yang kalau boleh saya sebut satu dari sekian yang terlihat dengan mata saya! Anda setuju? Kalau tidak, seperti yang saya sebut diatas. Jangan tersinggung guys!!

Ya, kawasan Jalan Raya Ciater misalnya, alat berat dan belasan pekerja terlihat gagah berani mengeluarkan segala tenaga. Mereka ada yang menggali, mengukur, mengecat dan melakukan segala macam kegiatan yang sesuai keahliannya. Satu unit bengkel yang berada tepat di depan Kantor Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Jalan Raya Ciater pun sudah rata dengan tanah.

Dengan punya dengar, sengketa atas lahan tersebut sudah selesai. Atas itu juga alat berat sudah berada di lokasi untuk betonisasi jalan yang lebih dari setahun tidak kunjung selesai – khusus jalan sepanjang dua kilo meter tepat di depan Kantor Kelurahan Rawa Mekar Jaya – dibangun.

Wajah Jalan Raya Ciater pun sudah berbeda dari beberapa bulan lalu. Aneka pepohonan hias sudah ditanam di pembatas ruas jalan. Bahkan trotoar Jalan Raya Ciater menurut pemilik counter handphone yang kesehariannya jadi tempat nongkrong saya, bakal dipasangi keramik. Ini Jalan Raya Ciater, masih bilang si pemilik counter handphone, bisa lebih cantik dari Jalan Perumahan di kawasan BSD City.

Bahkan, pemilik counter ini menitipkan pesan ke pemimpin daerah kedepan, agar Jalan Raya Ciater dipasangi portal, agar kendaraan berat tidak melintas karena cenderung, menurutnya, kendaraan dengan tonase yang besar malah merusak jalan. Sayang kalau Jalan Raya Ciater bolong-bolong seperti dulu. Banyak maunya yah warga Ciater.. hehehee. Tapi ada benarnya juga itu ide.

Perbedaan juga terlihat jelas di Jalan Raya Siliwangi, depan Kantor Wali Kota, Pamulang mengarah ke arah Pamulang Square lanjut ke persimpangan SPBU Pondok Benda, Pamulang. Macet!!! Ya, saya hampir tertidur di dalam mobil pada Senin (10/11) siang karena terjebak hampir dua jam di kawasan tersebut. Namun ditengah emosi yang memuncak, rasionalisme pikiran memberi penjelasan. Macet itu karena sedang dilakukan betonisasi dan pelebaran jalan. Wow! Lagi-lagi, sedang ada pembangunan. Hebat yah Tangsel.

Beberapa bulan lalu, alat berat di kawasan itu bertugas merobohkan bangunan-bangunan yang lahannya sudah dibebaskan untuk pelebaran. Sempat berhenti beberapa saat, pembangunan terlihat kembali dilanjutkan untuk betonisasi. Apabila sudah selesai, semoga jalan yang diperlebar itu tidak hanya lebih cantik seperti Jalan Perumahan di kawasan BSD City, seperti kata pemilik counter handphone di Jalan Raya Ciater.

Perbedaan terakhir yang saya lihat ditengah perjalanan mengelilingi Tangsel, banyak foto dan atribut yang berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada Tangsel. Di lahan kosong samping Rumas Sakit Medika BSD misalnya, layaknya logo Hollywood, terpasang kalimat GoPilwakotTangsel. Desain futuristik yang cukup membanggakan dan tentunya dapat mengingatkan warga yang melintas bahwa 9 Desember mendatang, mereka wajib menggunakan hak pilih demi perbaikan Kota Tangsel kedepan.

Dibeberapa titik terpampang wajah tiga pasang calon yang boleh dipilih sesuka hati oleh para warga Tangsel yang telah memiliki hak pilih. Wajah tiga pasang calon itu tergambar di baliho yang ukurannya cukup besar. Terpasang di bundaran Alam Sutera, bundaran Maruga, kawasan Taman Tekno dan banyak lainnya.

Tiga pasang calon itu, nomor urut 1 Ikshan Modjo-Li Claudia, nomor urut 2 H Arsid-Elvier dan nomor urut 3 Hj Airin Rachmi Diany-H Benyamin Davnie. Wajah mereka-di baliho yang saya lihat, sangat tampan, cantik, enak dipandang. Wajah mereka dalam baliho tersebut terlihat sangat menjanjikan untuk memimpin Kota Tangsel. Kharisma, wibawa, dedikasi, cerdas, peduli, religius, tersaji dalam gambar baliho tersebut.

Sudah tahu siapa mereka? Secara umum saya juga tidak tahu sepenuhnya. Hanya nomor urut 3 sepengetahuan saya, merupakan incumbent atau petahana. Airin Rachmi Ciany-Benyamin Davnie merupakan wali kota dan wakil wali kota Tangsel yang telah memimpin sejak tahun 2010 lalu. Tahun 2015 ini mereka kembali bersama mencalonkan diri. Untuk prestasi mereka, pasti sudah banyak yah guys! Sebagian warga Tangsel juga sudah tahu apa saja yang sudah pasangan ini lakukan lima tahun terakhir. Kalaupun ada yang belum ataupun masih kurang, tinggal tanya ke mbah Google dan pasti dapat jawabannya.. heheee..

Pasangan nomor urut 2, H Arsid dan Elvier. Setahu saya, H Arsid merupakan birokrat di Pemerintah Kabupaten Tangerang. Demi mencalonkan diri di Tangsel, pria yang tinggal di kawasan Pamulang ini rela mengundurkan diri dari jabatannya sebagai PNS.

Pada tahun 2010 lalu, H Arsid sempat mencalonkan diri di Pilkada Tangsel namun kalah bersaing dengan petahana. Elvier menurut informasi yang saya dapat merupakan tokoh perempuan yang berkarir di dunia kesehatan. Perempuan ini bergelar dokter dan pernah menjabat posisi penting di beberapa rumah sakit.

Pasangan nomor urut 1, Ikhsan Modjo-Li Claudia. Pasangan yang mendapat nomor wahid di Pilkada Tangsel ini kolaborasi ekonom dan pengusaha. Ikhsan Modjo merupakan lulusan Australia dan Li Claudia merupakan perempuan pengusaha yang sukses di bidangnya.

Kembali lagi, untuk lengkapnya tanya mbah google yah soal sepak terjang para kandidat ini. Saya sebatas hanya ingin bercerita mengenai perbedaan yang saya lihat di Tangsel dalam beberapa pekan terakhir ini dan tentunya sebatas yang saya ketahui.

Sudah nulis tiga halaman, lalu apa hubungannya pembangunan infrastruktur dan Pilkada Tangsel? Capek saya baca – mungkin ini pikiran kesal sebagian yang bersedia membaca – tulisan ini!

Seperti saya bilang di awal. Jangan tersinggung ya guys! Judul diatas, Tiga Pasang Calon Pilkada Tangsel, Pilih Siapa Kita? Siapapun boleh. Hanya saja, mari kita sepakati, memilih adalah upaya untuk ambl bagian mensukseskan pembangunan Kota Tagsel yang terus berjalan.

Sederhananya, siapapun yang dipilih dalam Pilkada nanti, dapat terus merealisasikan pembangunan yang sudah berjalan seperti yang saya lihat dua pekan terakhir.

Pribadi saya, kedepan, saat pikiran ingin kembali mengelilingi Tangsel, saya berharap mendapati ada lagi perbedaan yang hebat. Mulai dari ruas jalan yang cantik, gedung-gedung perkantoran bertingkat yang mewah, bangunan sekolah yang futuristik, angkutan massal yang terintegrasi dan nyaman, sistem pelayanan pemerintah yang baik dan banyak mimpi-mimpi hebat lain yang diinginkan warga Kota Tangsel.

Sekali lagi, jangan tersinggung guys!!

*King Hendro Arifin merupakan Direktur indolinear.com

INDOLINEAR.TV