Tiga Medali Olimpiade Tokyo 2020, Masa Depan Cerah Angkat Besi Indonesia

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Jumat, 30 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Cabang olahraga (cabor) angkat besi membuat bangga Indonesia. Hingga hari keenam penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020, angkat besi telah menyumbang tiga medali bagi Merah Putih.

Angkat besi Indonesia sejatinya punya tradisi bagus di Olimpiade, dimulai dengan keberhasilan Lisa Rumbewas merebut medali perak di Sydney 2000.

Pada Olimpiade Sydney 2000, Lisa bukan satu-satunya lifter Indonesia yang sukses membawa pulang medali.

Selain Lisa Rumbewas, juga ada Sri Indriyani (perunggu) dan Winarni Binti Slamet (perunggu).

Sejak saat itu, angkat besi tak pernah absen menyumbang medali untuk Indonesia pada ajang Olimpiade.

Bahkan, pada Olimpiade London 2012, tiga medali yang diraih Indonesia semuanya berasal dari cabor angkat besi yaitu Citra Febrianti (perak/53 kg putri), Triyatno (perak/69 kg putra), dan Eko Yuli Irawan (perunggu/62 kg putra).

Terkini, angkat besi telah mempersembahkan tiga medali bagi Merah Putih pada Olimpiade Tokyo 2020, yakni satu perak dan dua perunggu.

Windy Cantika Aisah menjadi peraih medali pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo usai merebut medali perunggu kelas 49 kg.

Kesuksesan Windy meraih medali diikuti oleh lifter putra andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan, dilansir dari Kompas.com (29/07/2021).

Eko Yuli kembali membuat bangga negeri ini dengan sumbangan medali perak dari kelas 61 kg putra.

Dengan medali perak di genggaman, Eko Yuli Irawan pun layak disebut sebagai legenda angkat besi Indonesia.

Sebab, ia menjadi atlet Indonesia pertama yang mampu meraih empat medali Olimpiade. Sebelumnya, Eko Yuli berhasil meraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012, serta perak pada Olimpiade Rio 2016.

Setelah Windy Cantika Aisah dan Eko Yuli Irawan, cabor angkat besi kembali mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia melalui Rahmat Erwin Abdullah. Rahmat Erwin yang tampil di kelas kelas 73 kg putra sukses meraih medali perunggu, Rabu (28/7/2021).

Selain sumbangan tiga medali, kabar baik lainnya dari angkat besi adalah dua dari tiga lifter tersebut masih berusia muda.

Windy Cantika Aisah saat ini baru berusia 19 tahun, sementara usia Rahmat Erwin Abdullah adalah 20 tahun. Kesuksesan Windy Cantika dan Rahmat Erwin meraih medali menunjukkan bahwa regenerasi angkat besi Indonesia berjalan baik dan memiliki masa depan cerah.

Sementara untuk Eko Yuli Irawan, lifter berusia 32 tahun itu diyakini masih bisa tampil di level teratas. Namun, atlet muda untuk menerima tongkat estafet dari sang legenda harus segera disiapkan.

Oleh karena itu, Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) pun telah menyiapkan generasi penerus.

“Dengan disiplin menjaga asupan makanan dan latihan, Eko sangat mungkin tetap bersaing di level elite dunia ataupun tampil dan merebut medali di Olimpiade 2024. Tetapi, calon penerusnya harus segera disiapkan,” kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PB PABSI Hadi Wihardja.

Di kelas 61 kg putra, saat ini ada Muhammad Faathir (18 tahun). Sementara di kelas 73 kg, PP PABSI menyiapkan lifter berusia 18 tahun, Rizky Juniansyah.

Untuk kategori putri, selain Windy Cantika Aisah, kini ada Juliana Klarisa (55 kg/18 tahun) dan Restu Anggi (64 kg/18 tahun).

Bersama Rahmat Erwin Abdullah dan Windy Cantika Aisah, keempat lifter belia itu disiapkan untuk meraih medali pada Olimpiade Paris 2024.

“Pekerjaan rumah utama kami sekarang, yakni bagaimana caranya memelihara semua mutiara itu agar berkembang dengan baik setahap demi setahap. Tujuannya, supaya mereka bisa meneruskan tradisi medali, bahkan bisa merebut emas di Olimpiade selanjutnya,” ujar Hadi Wihardja menegaskan. (Uli)