Tiga Investasi Ini Cocok Bagi Kamu Yang Berduit Pas-pasan

FOTO: dream.co.id/indolinear,com
Senin, 17 Februari 2020

Indolinear.com, Jakarta – Investasi tak selamanya harus bermodal besar. Investasi bisa dimulai dengan modal kecil. Yang terpenting adalah menyisihkan uang secara rutin agar masa depan finansial terjamin.

Dikutip dari Dream.co.id (15/02/2020), saat ini ada beberapa produk investasi yang menawarkan modal receh, mulai dari Rp500 perak sampai Rp100 ribu. Tapi jangan diremehkan. Walaupun dimulai dari yang minim, keuntungannya bisa maksimal jika dilakukan secara rutin.

Pilihan investasi ini beragam, termasuk modal. Jika kamu punya keinginan yang kuat, segeralah wujudkan. Gaji pas-pasan tak lagi menjadi alasan untuk investasi.

Ada tiga jenis produk yang cocok bagimu yang punya keuangan cukup. Pertama, emas. Produk investasi ini menjadi favorit. Selain harganya stabil, emas mudah dicairkan. Pilihannya bisa menabung atau membeli emas, baik dalam perhiasan, batangan, atau logam mulia.

Untuk membelinya, kamu bisa ke toko emas, Pegadaian, atau gerai PT Aneka Tambang (Antam). Fluktuasi harga emas tidak terlalu tinggi, namun kalau mau beli emas, sebaiknya ketika harga turun.

Pilihan lainnya adalah menabung. Pegadaian maupun Antam sekarang ini menawarkan produk tabungan emas. E-commerce dan perbankan syariah juga ada yang menawarkan untuk menabung emas. Menabung uang pun bisa dimulai dari uang Rp500, lho.

Reksa Dana dan P2P Lending

Yang ke dua, reksa dana. Sebelum e-commerce menjamur, investasi reksa dana memerlukan modal yang besar. Lama-lama reksa dana mulai terjangkau dan bisa dibeli dengan modal Rp100 ribu, malah ada yang Rp10 ribu. Prosesnya pun sekarang juga cepat. Kamu bisa mengeklik aplikasi pada ponsel.

Keuntungan reksa dana juga lebih besar daripada deposito berjangka atau tabungan di bank. Rata-rata bunga deposito berjangka sekitar 4 sampai 5 persen dengan tenor 1 bulan. Bunga tabungan lebih kecil, yaitu 1-1,5 persen per bulan. Investasi reksa dana memberikan imbal hasil hingga 6,5 persen per tahun dan tak ada pajak.

Ke tiga, pendanaan di fintech peer to peer (P2P) lending. Investasi atau melakukan pendanaan di fintech peer to peer (p2p) lending tergolong murah meriah. Dengan modal minimal Rp100 ribu, kamu sudah bisa menjadi lender atau investor.

Imbal hasil menanamkan uang di fintech lending terbilang tinggi dibanding bunga deposito. Imbal hasil beragam, tapi kamu bisa mengantongi hingga 18% per tahun. Kalau dibagi 12, berarti 1,5 persen per bulan. (Uli)

INDOLINEAR.TV