Tiga Hal Ini Menjadi Syarat Metaverse Bisa Berkembang Pesat

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 23 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Metaverse menjanjikan interaksi sosial generasi berikutnya di mana dunia digital tampak realistis namun tak terbatas. Dibentuk oleh virtual reality (VR), augmented reality (AR), kecerdasan buatan (AI), dan blockchain, Metaverse berfokus pada membangun kehadiran di alam semesta virtual untuk meningkatkan pengalaman manusia.

Meskipun berada di awal evolusinya, Metaverse menarik investasi besar di seluruh industri secara global dan di Indonesia, dengan peluang pendapatan potensial, menurut Bloomberg, mencapai USD 800 miliar pada tahun 2024.

“Metaverse, yang membawa kita ke fase internet berikutnya, telah berkembang pesat beberapa tahun terakhir ini dan mengalami percepatan sejak pandemi. Ini memberikan peluang besar bagi perusahaan telekomunikasi digital untuk menjadi titik masuk berkat konektivitas canggih dan latensi yang lebih rendah yang ditawarkan oleh teknologi 5G,” ujar Chief Enterprise Data Analytics Officer Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Chirag Sukhadia dalam keterangan persnya, dilansir dari Merdeka.com (22/05/2022).

Ia melanjutkan, kunci masa depan Metaverse adalah ekosistem yang berkembang, didorong oleh tiga dasar: kehadiran, interoperabilitas, dan adopsi pelanggan. Yang pertama adalah hadirnya perangkat berteknologi VR/AR yang terjangkau, seperti headset.

Yang kedua adalah interoperabilitas, yang berarti kemampuan untuk berpindah dengan mulus di antara ruang virtual sambil mempertahankan aset virtual yang sama; dengan demikian, standardisasi teknologi menjadi penting.

“Yang terakhir adalah adopsi pelanggan besar-besaran di semua segmen, bukan hanya generasi muda,” ungkap dia. (Uli)

loading...