Tidak Disangka Kalau Broad Tracker Ini Ternyata Honda Vario

FOTO: Liputan6.com/indolinear.com
Jumat, 20 September 2019

Indolinear.com, Jakarta – Tangan dingin Hendra dari Baronk Custom berhasil menyulap Honda Vario lansiran 2010 menjadi sebuah Board Tracker. Motor bertransmisi otomatis itu dirombak total hingga menyisakan mesin. Kerennya, banyak sentuhan Jawa Barat pada detilnya.

Aliran Board Tracker muncul sejak 1910. Ciri khasnya terlihat di sektor rangka bermodel rigid. Posisi tangki bahan bakar berada di bawah rangka utama. Selain itu, bentuk stang biasanya menurun ke bawah atau meliuk ke bawah segitiga.

Honda Vario bergaya Board Tracker garapan Hendra memang berbeda dari yang lain. Ia tidak mengambil basis mesin dari motor batang, melainkan skutik.

Menariknya, untuk menggerakkan roda belakang tidak lagi menggunakan vanbelt, melainkan rantai dan gir layaknya motor konvensional. Hal itu ia lakukan demi mempertimbangkan proposi konsep awal. Selain itu, agar motor terlihat lebih panjang, dilansir dari Liputan6.com (18/09/2019).

“Kami ingin menunjukkan ke semua orang, mesin skutik pun bisa dijadikan bahan custom aliran Board Tracker. Tidak harus pakai motor besar atau motor berkopling. Tinggal main custom frame dengan perhitungan yang matang. Pertimbangan pakai rantai dan gir, karena posisi mesin berada di tengah. Jika tetap menggunakan pakai vanbelt, motor tidak jadi aliran Board Tracker,” kata Hendra.

Motor kustom ini memang kreasi sendiri alias handmade. Hampir 80 persen ia buat dengan tangannya sendiri. Mulai dari frame, tangki, pelek dan beberapa aksesori lainnya.

Uniknya, di motor ini banyak ornamen kujang. Sebuah senjata yang berasal dari daerah Jawa Barat. Terlihat di bagian pelek palang lima, air brush di tangki dan beberapa aksesori kecil.

“Alasan penggunaan bentuk senjata kujang agar kental unsur budaya. Sang pemilik pun ingin menonjolkan kalau motor ini digarap oleh warga Bogor. Semuanya saya bikin sendiri dibantu dengan teman di bengkel,” kata builder yang memiliki bengkel di Bogor itu.

Secara spesifikasi, motor didominasi warna biru dipadu krom. Sebab biar terlihat elegan dan bersinar jika kena cahaya. Frame dari bahan besi berdiamter 3mm.

Blok Mesin Diukir

Pelek menggunakan ring 21 inci depan maupun belakang, berbalut ban ukuran 3.00. Shock depan mengandalkan springer custom. Pencahayaan menggunakan lampu dari bahan limbah. Pakai punya sepeda onthel. Masih bohlam.

Tidak ada kabel-kebal yang melintang pada stang dan bodi. Kabel gas masuk kedalam stang dan tidak menggunakan rem depan. Semua terbungkus rapih. Hanya mengandalkan rem belakang, posisinya ada di kaki kanan. Persis seperti motor bebek.

Mesinnya ditato dengan ukiran khas. Jok terbuat dari kayu pohon kelapa. Detailnya kayu kelapa yang sudah berumur 10 tahun. Menurut sang builder, kayu itu tergolong kuat.

“Kami cari bagian yang paling kuat, sedikit kita amplas agar tidak menghilangkan serat aslinya. Baru kita tuangkan resin bening. Jika duduk di atasnya memang kurang nyaman, tapi karena motor ini tidak dipakai buat harian dan hanya buat kontes, jadi sah-sah saja,” kata pria ramah itu.

Sang pemilik pun ingin ada ciri khas pada motornya itu. Makanya ada tulisan di tangki “Bagong Les Avec Ame”. “Pemilik yang bernama Lenny Rusdy mengartikan tulisan itu “with soul” atau dengan jiwa.

Bagi yang ingin tahu lebih lanjut dengan sang builder, bisa sambangi langsung ke Workshop Baronk Custom. Lokasinya berada di jalan Raya Tajur Gg. Babadak RT 06/07, Bogor Timur. (Uli)