Thomas Eric Duncan, Orang Pertama Di Amerika Meninggal Karena Ebola

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Kamis, 7 November 2019

Indolinear.com, Dallas – Tanggal 8 Oktober 2014, seorang pria bernama Thomas Eric Duncan –orang pertama yang didiagnosis dengan penyakit virus Ebola di AS– meninggal dunia pada usia ke-42. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di Rumas Sakit Presbyterian Kesehatan Texas di Dallas.

Dikutip dari Liputan6.com (05/11/2019) semuanya berawal pada 15 September 2014, di mana Thomas membantu mengangkut seorang wanita hamil yang sakit ke rumah sakit di Monrovia, Liberia. Tidak ada ruang untuk wanita di rumah sakit itu, jadi dia dibawa kembali ke kediaman tempat dia tinggal dan meninggal tidak lama kemudian karena Ebola.

Setelahnya, pada 19 September 2014, Thomas sakit dan kondisinya memburuk. Untuk penyembuhannya, ia berangkat ke Texas pada keesokan harinya dan langsung dilarikan ke ruang gawat darurat Rumah Sakit Presbyterian Kesehatan Texas dengan keluhan sakit perut dan pusing.

Thomas sebenarnya sempat memberitahu seorang perawat bahwa ia baru saja dari Afrika, namun sepertinya, informasi yang diberikan tidak dikomunikasikan secara efektif.

Pada 28 September, kondisi Thomas semakin memburuk, dan ia kembali ke rumah sakit. Dua hari kemudian, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengumimkan Thomas merupakan orang Amerika pertama yang didiagnosis dengan virus Ebola. Informasi ini memicu kecemasan dan ketakutan masyarakan Amerika tentang penyebaran Ebola di AS.

Pihak Otoritas Kesehatan di AS segera melakukan pelacakan kondisi medis pada orang-orang yang berhubungan dengan Thomas saat ia sakit, dan karena ini empat orang anggota keluarganya di tempatkan di bawah karantina selama tiga minggu. Namun, mereka ternyata tidak terserang Ebola.

Dua Perawat yang Merawat Thomas Ikut Terjangkit Ebola

Thomas meninggal pada 8 Oktober dan tiga hari kemudian seorang perawat yang merawatnya di Rumah Sakit Presbyterian Texas Kesehatan dinyatakan positif untuk Ebola. Empat hari kemudian, seorang perawat kedua di rumah sakit dipastikan mengidap penyakit tersebut. Kedua wanita ditempatkan di unit isolasi di pusat-pusat medis yang terpisah, dirawat dengan obat-obatan eksperimental dan dinyatakan bebas Ebola akhir bulan itu.

Sebagai hasil dari peristiwa di Dallas, pejabat federal melembagakan prosedur penyaringan ditingkatkan di sekelompok bandara AS yang menangani wisatawan yang datang ke negara dari tempat-tempat yang rawan wabah Ebola. Pejabat juga mengeluarkan pedoman baru untuk alat pelindung yang dikenakan oleh petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi virus tersebut. (Uli)

INDOLINEAR.TV