THM di Bogor Manipulasi Pajak dan Jam Operasi

Selasa, 27 Oktober 2015
Bogor | Uploader Arif
loading...

BOGOR – Selain mendapati miras, pemandu lagu dan penari striptis, Bima juga mendapati sejumlah kecurangan yang dilakukan pengusaha THM. Di antaranya melanggar aturan jam operasi dan manipulasi pajak.

“Satu bulan seharusnya setor Rp120 juta, tetapi cuma Rp1,3 juta. Ini penipuan. Bisa dipidana, kami pastikan akan usut itu,” beber Bima.

Bima juga menyoal tentang aspek izin operasional. Di mana sebagian besar THM juga melanggar.

“Ditemukan buka jam 02.00 WIB. Untuk izin miras juga, bagi yang tidak punya izin tetapi menjual, itu yang kami sita,” tegasnya.

Bima menilai, keberadaan THM di Kota Bogor lebih mendatangkan dampak negatif jika dibandingkan dengan manfaatnya.

“Aspek etika, moral, ada pemandu lagu tadi malam yang kita temukan, akan kami tertibkan dan buat langkah yang tegas,” urainya.

Kota Bogor, kata Bima, sangat berbeda dibandingkan kotakota lain yang mempersilakan THM. Lantaran Bogor itu kota keluarga, kota alam. Suami Yane Ardian itu juga memastikan Club 31 di kawasan BNR untuk tidak beroperasional kembali.

“Kami akan undang semua pemilik hiburan malam, untuk merumuskan gimana kebijakan kita,” tegasnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan konsolidasi dengan unsur muspida. Dalam pertemuan tersebut akan merumuskan aturan-aturan yang belum jelas. Misalnya, aturan miras yang dikembalikan ke Peraturan Menteri Perdagangan.

(radarbogor/ded/d)

Sumber : Pojoksatu.id