Thailand Butuh Pasokan Tenaga Perawat dan Apoteker

kompascom/indolinear.com
Minggu, 12 November 2017
loading...

Indolinear.com, Thailand – Negara Thailand akan menghadapi masalah di sektor kesehatan. Hal ini dikarenakan kurangnya tenaga perawat dan apoteker, sementara pasokan dokter justru berlebihan.

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (10/11/2017), Peneliti Senior Kementerian Kesehatan Thailand, Thinakorn Noree mengatakan, rasio dokter terhadap penduduk akan timpang dalam 10 tahun ke depan.

Saat ini, Thailand memiliki 50.000 dokter dan hanya bertambah 3.200 orang setiap tahunnya.

Komisi Nasional Kesehatan (NHC) Thailand menyebut ada 10.000 mahasiswa dari 90 universitas yang lulus dari fakultas kesehatan setiap tahun.

Sementara jumlah populasi penduduk akan melonjak menjadi 65 juta dalam 10 tahun ke depan.

“Dengan laju ini, kita akan memiliki dokter yang melimpah pada dekade berikutnya,” kata Thinakorn.

Pihak kementerian akan berupaya untuk menghasilkan perawat dan apoteker yang lebih banyak, kendati saat ini terdapat 11.000 perawat baru setiap tahunnya.

Jumlah apoteker yang bertambah tiap tahun mencapai 1.700-2.000 orang. Namun, Thinakorn meyakini masih membutuhkan banyak tenaga medis, selain dokter.

“Banyak perawat yang akan pensiun pada usaha 45 tahun karena meruka juga menjadi ibu dan istri, sehingga harus merawat keluarganya,” ucapnya.

Dia meyakini dengan insentif yang besar, banyak perawat yang memutuskan pensiun pada usia 60 tahun.

“Negara ini tidak bisa terus meningkatkan produksi tenaga medis begitu saja. Sebab, struktur penduduk akan berubah, sehingga permintaan layanan kesehatan juga akan berubah,” kata Thinakorn. (Gie)