Terungkap Bagaimana Usaha Keluarga Demi Bangkitkan Semangat SBY

FOTO: tribunnews.com.indolinear.com
Kamis, 11 Juli 2019

Indolinear.com, Jakarta – Empat puluh hari sudah Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ditinggalkan sang istri Ani Yudhoyono untuk selama-lamanya.

Kepergian sang istri menghadap Tuhan YME menyisakan duka mendalam di benak ayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

Untuk memperingati 40 hari Ani Yudhoyono wafat, Partai Demokrat menggelar acara doa bersama yang akan dilaksanakan di kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat pukul 19.30 WIB hingga selesai.

Hal tersebut diketahui dari cuitan sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan di akun Twitternya.

“Hari ini kami segenap keluarga besar @PDemokrat akan mengadakan doa bersama mengenang 40 Hari wafatnya ibunda tercinta kami Ani Yudhoyono. Senyum dan jasamu bagi bangsa ini tak akan pernah kami lupakan,” tulis Hinca Panjaitan.

Peringati 40 hari wafat Ani Yudhoyono, lantas bagaimana kondisi terkini SBY dan keluarga?

Dilansir dari Tribunnews.com (10/07/2019), Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari menuturkan kondisi terkini Mantan Presiden RI itu.

Imelda Sari menuturkan, saat ini keluarga SBY masih menata hati atas kepergian Ani Yudhoyono.

“Bapak dan keluarga selama 40 hari kepergian itu menata hati dan melakukan kegiatan untuk memulihkan semangat mereka,” ucap Imelda Sari.

Untuk membangkitkan semangat lagi, SBY bahkan membuat novel untuk sang mendiang istri.

“Pak SBY buat novel untuk Ibu Ani Yudhoyono dan ada lagu yang dibuat,” jelas Imelda Sari.

Imelda Sari menyatakan, keluarga SBY pun berusaha membangkitkan semangat suami Ani Yudhoyono itu dengan berbagai aktivitas.

“Misalnya melakukan latihan tenis meja bersama teman-teman Demokrat untuk bisa bangkitkan bapak kembali aktif berolahraga,” beber Imelda Sari.

Sebelumnya,  Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengaku tak menyangka baju batik yang ia kenakan bersama keluarganya merupakan isyarat dari istrinya, Ani Yudhoyono sebelum wafat pada Sabtu, 1 Juni 2019 lalu.

“Saat di rumah sakit, biasanya batik yang dipilih itu warnanya terang bapak dan ibu.

Tetapi saya tidak mengerti barangkali tidak kuasa menangkap isyarat yang ada di balik pilihan batik yang kami gunakan sekarang ini,” kenang SBY saat ziarah ke makamnya di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan.

Dia mengisahkan, Ibu Ani memilih baju batik berwarna hitam sawungguling.

Konon, tuturnya, pengertian baju batik tersebut mengibaratkan sebuah burung yang terbang ke surga.

“Saya baru tahu memahami apa makna dari pilihan ini.

Pesannya adalah nanti kita Lebaran di rumah sakit, mari kita pakai batik itu di rumah sakit, saya juga akan memakainya,” papar SBY meniru perkataan yang diugkapkan Ibu Ani.

“Kemudian saya tanya memo, kan masih dirawat, jadi tidak perlu menggunakan batik, biar kami saja menggunakannya untuk foto bersama,” sambungnya.

SBY menambahkan, baju batik yang dipilih oleh Ibu Ani pun sudah jadi dalam satu minggu kemudian.

Kini, baju batik yang seharusnya dikenakan Ibu Ani dipakai oleh putri dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan dijadikan kain penutup peti.

“Jenazah Ibu Ani lah yang ditutup kain batik yang ia pilih.

Jadi ternyata yang dimaksudkan oleh Ibu Ani adalah batik tersebut digunakan saat dirinya wafat,” kenangnya sembari menahan air mata.

Hal tersebut, kata SBY, adalah kenangan terindah.

Namun demikian, dirinya yakin Ibu Ani saat ini juga bahagia.

Ani Yudhoyono yang terlahir dengan nama lengkap Kristiani Herrawati wafat di RS Universitas Nasional, Singapura, pada 1 Juni 2019.

Ia dimakamkan secara kenegaraan dengan prosesi militer di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, sehari kemudian, dengan inspektur upacara Presiden Joko Widodo. (Uli)