Terkena Kanker, Wanita Ini Tetap Semangat Jualan Nasi Lemak

FOTO: detik.com/indolinear.com
Senin, 19 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Hidup dalam kesulitan dan mengidap kanker, tidak membuat wanita ini patah semangat. Setiap harinya ia berjualan nasi lemak di pinggir jalan untuk menyambung hidup.

Banyak kisah sedih dan inspiratif yang dibagikan di Twitter. Salah satunya kisah penjual nasi lemak asal Malaysia bernama Mahalachumy, yang viral setelah kisahnya dibagikan oleh pengguna Twitter @RobGanesan.

“Setiap pagi aku melihat bibi ini menjual nasi lemak di tepi jalan. Entah kenapa hari ini hatiku tergerak untuk membeli nasi lemaknya. Ketika saya bertanya berapa harganya, satu bungkus nasi lemak cuma RM 1 (Rp 3,500). Akhirnya saya beli 10 bungkus untuk teman-teman di kantor. Ternyata bibi ini terserang kanker, dan hidupnya semakin susah sejak PKP (lockdown),” tulis Rob, dilansir dari Detik.com (17/07/2021).

Cuitan ini langsung viral dan disukai belasan ribu pengguna Twitter. Banyak netizen yang bersimpati karena Mahalachumy merupakan pejuang kanker yang memiliki tumor di bagian hatinya.

Rob sebisa mungkin memberikan informasi dan membantu Mahalachumy. Ia menuturkan bahwa biasanya wanita berusia 51 tahun itu berjualan di sekitar Taman Sentosa Klang, di Selangor, Malaysia.

Rob menceritakan bahwa wanita yang namanya tidak disebutkan ini memang meminta bantuannya untuk mencarikan pekerjaan. Akhirnya salah satu teman Rob mau membantu. Kini wanita itu punya pekerjaan tambahan dengan mengupas bawang. Hasil kerjanya sangat rapih.

“Terima kasih, terima kasih banyak semuanya. Kalian datang seperti Tuhan yang membantu saya,” ungkap Mahalachumy yang terharu.

Banyak netizen yang memuji aksi kebaikan dari Rob dan temannya yang memperkerjakan Mahalachumy.

“Terbaik bos. Saya suka baca cerita positif seperti ini, semoga orang lain juga meniru perilaku kebaikan ini,” puji netizen @MRGun_89.

“Terima kasih untuk Rob atas kebaikannya, semoga rezekinya terus bertambah,” doa netizen lainnya.

Selain di Malaysia, ada juga kisah seorang kakek yang berjualan donat dan keripik di Jakarta. Kakek bernama Pak Toto ini setiap harinya berjalan kaki sepanjang 25 km untuk menjual dagangannya. (Uli)