Terjaring Razia di Hotel Melati, Pasangan Ngaku Tante Dan Keponakan

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Kamis, 10 Desember 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Ada-ada saja dalih yang dilontarkan pasangan bukan suami-istri ketika terjaring razia petugas Unit Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Satuan Sabhara Polrestabes Palembang pada hari Minggu malam, 27 September 2020.

Pasangan mesum itu berusaha mengelabui petugas saat ketahuan berduaan di kamar sebuah penginapan di Ilir Barat I. Mereka mengaku bukan pasangan, tapi keponakan dan tante.

“ Serius, Pak, kami masih keluarga. Ini tante saya, Pak. Saya keponakan,” kata pria berinisial DD. Namun petugas tak percaya begitu saja dengan ucapan pria 21 tahun itu, dilansir dari Dream.co.id (08/12/2020).

Karena tak mampu menunjukkan identitas dan bukti bahwa mereka punya hubungan keluarga, DD dan pasangannya, AI (28 tahun), dibawa ke Polrestabes Palembang.

Diketahui, pria yang mengaku keponakan itu warga Tanjung Raja, Ogan Ilir. Sementara perempuannya yang disebut tante warga Kertapati, Palembang.

Kasat Sabhara Polrestabes Palembang, AKBP Sonny Triyanto, mengatakan selain dua orang itu, operasi penyakit masyarakat (pekat) ini juga mengamankan empat pasangan mesum lainnya.

Saat digerebek, mereka ada yang mengaku pacaran, tunangan, atau memiliki hubungan keluarga seperti DD dan AI ini.

“ Ada lima pasangan tak resmi yang terjaring giat cipta kondisi malam ini. Kami amankan dari tiga penginapan di tiga lokasi berbeda, yakni di Demang Lebar Daun, Ilir Barat (IB) I dan Ilir Barat (IB) II,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji melalui Kasat Sabhara, AKBP Sonny Triyanto, Senin.

” Ada satu pasangan mengaku katanya dia tante dan keponakan, atau bibi. Tetapi kita cek bukan, dan ini kami data untuk dibina,” tambah Sonny.

Selalu Bawa KTP dan Patuhi Protokol Covid-19

Sonny menerangkan, operasi ini dilakukan guna mengantisipasi kejahatan seperti peredaran narkoba dan minuman keras serta menciptakan situasi tertib dan kondusif di masyarakat.

Operasi pekat ini akan terus dilakukan secara rutin untuk mencegah berbagai potensi tindak kejahatan, termasuk tindak pidana ringan.

“ Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu membawa identitas KTP kemanapun pergi. Kemudian jangan lupa protokol kesehatan harus dipatuhi di masa pandemi ini guna mencegah penyebaran virus corona,” kata Sonny. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: