Televisi Rakitan Pria Lulusan SD Akhirnya Bermerek

Jumat, 26 Februari 2016
Nasional | Uploader Arif

indolinear.com, Jakarta –  Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly resmi memberikan sertifikat merek Maxreen kepada televisi rakitan Muhammad Kusrin. Yasonna pun berharap TV buatan Kusrin bisa terus berkembang.

“Kewirausahaan Kusrin wujud ekonomi kreatif. Patut dibanggakan,” kata Yasonna di Kementerian Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2016).

Menurut dia, Kusrin sukses membuka lapangan kerja dari bisnis yang digelutinya. Kusrin bisa mengelola belasan karyawan dari awalnya hanya dikerjakan seorang diri.

Merek Maxreen terdaftar dengan nomor registrasi IDM 427916 yang telah dilindungi sejak tanggal penerimaan 12 Januari 2016. Penyerahan Sertifikat ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap potensi ekonomi kreatif.

“Saya gembira, ini wujud nyata pengejawantahan nawacita,” jelas dia.

Sementara, Kusrin bercerita, Maxreen dipilih sebagai nama merek TV buatannya lantaran identik dengan panggilan. Kusrin kerap disapa dengan sebutan Mas Rin.

“Mas Rin jadi Maxreen,” jelas Kusrin.

Dalam acara itu, Yasonna juga meresmikan Layanan Terpadu Kekayaan Intelektual. Dengan layanan, ini masyarakat diharap bisa mengurus keperluan mereka terkait merek dengan lebih mudah.

Yasonna juga mencabut merek Mendoan yang sempat diperbincangkan publik. Dia pun meminta, pelaku usaha tak menggunakan nama merek yang berpotensi menimbulkan persoalan.

“Kalau ajukan nama jangan kandung nama yang kandung warisan nasional atau kearifan lokal,” jelas Yasonna.

Nama Kusrin mencuat setelah Kejaksaan Negeri Karanganyar membakar ratusan televisi hasil produksi pria berusia 36 tahun ini, Senin 11 Januari 2016. Produk Kusrin dinilai menyalahi Pasal 120 (1) juncto Pasal 53 (1) huruf b UU RI no 3/2014 tentang Perindustrian serta Permendagri No 17/M-IND/PER/2012, Perubahan Permendagri No 84/M-IND/PER/8/2010 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Terhadap Tiga Industri Elektronika Secara Wajib.

Setelah kejadian itu, Kusrin jadi pembicaraan khalayak. Mulai dari Bupati, pihak Provinsi Jawa Tengah dan puncaknya, Presiden Joko Widodo mengundang Kusrin ke Istana Kepresidenan.

Sumber : Metrotvnews.com

loading...