Tekan Infeksi Tokyo, Perilaku Anak Muda Jepang Adalah Kuncinya Terutama Vaksinasi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 29 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Tokyo – Infeksi yang jauh melebihi 3000 orang per hari di Jepang banyak disumbang oleh para anak muda Jepang usia 20-40 tahun dan mereka perlu segera di vaksinasi untuk menekan infeksi yang ada.

“Saya ingin anak muda mendapatkan vaksin. Perilaku anak muda adalah kuncinya,” tekan Yuriko Koike Gubernur Tokyo, dilansir dari Tribunnews.com (28/07/2021).

Dia menyatakan niatnya untuk menahan infeksi yang terus berkembang pesat dengan mempercepat antisipasi dan mengambil tindakan menyeluruh untuk mencegah infeksi, antara lain melalui vaksinasi.

Pada tanggal 28 Juli ini lebih dari 3000 orang terinfeksi corona di Tokyo,  jumlah tertinggi yang pernah ada, dan penyebaran cepat belum berhenti.

Gubernur Koike mengatakan kepada wartawan di Pemerintah Metropolitan Tokyo, ” Jumlah terinfeksi orang tua yang telah divaksinasi telah menurun tajam, dan sebaliknya, jumlah orang muda yang belum divaksinasi dan menjadi sakit parah atau sekarat kini¬† sedang meningkat pesat.”

Selain itu, “Saya ingin Anda menahan diri untuk tidak pergi keluar secara tidak perlu dan mendesak dan mengikuti langkah-langkah pengendalian infeksi dasar. Saya ingin anak muda mendapatkan vaksin. Perilaku anak muda adalah kuncinya, jadi tolong bekerja sama.”.

Dia menambahkan bahwa personil yang diperlukan, fasilitas medis yang diperlukan, dan tempat tidur yang diperlukan akan lebih diperluas lagi untuk mencegah sistem penyediaan perawatan medis menjadi ketat.

Lebih lanjut, ketika ditanya tentang pendapat direktur Biro Kesehatan dan Kesejahteraan Metropolitan Tokyo mengenai kenakalan remaja, “Jangan khawatir tentang kenakalan,” kata Gubernur Koike.

“Jumlahnya meningkat, tetapi sekarang bukan hanya jumlah orang yang positif. . Dalam arti tertentu, ini berbeda dari sebelumnya. Saya pikir itu tujuannya untuk memberi tahu Anda perbedaan antara memiliki dan tidak memiliki vaksin adalah sangat penting saat ini.” (Uli)