Tanpa Marquez, Repsol Honda Bisa Lewati Musim Terburuk di MotoGP

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Selasa, 25 Agustus 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Tim Repsol Honda hancur-hancuran di Kejuaraan Dunia MotoGP 2020. Tanpa sang juara dunia Marc Marquez, tim pabrikan tersebut terkapar di posisi dasar klasemen tim sementara.

Crash yang dialami Marc Marquez pada sesi pembuka musim 2020 berbuah fatal bagi peruntungan tim. Tanpa kehadiran sang juara dunia delapan kali tersebut, Repsol Honda baru mendapatkan 15 poin dari lima seri pertama musim Kejuaraan Dunia MotoGP 2020.

Jumlah ini menempatkan Repsol Honda di peringkat ke-11 dari 11 tim yang berpartisipasi di Kejuaraan Dunia MotoGp 2020. Tim elite tersebut bahkan tertinggal cukup jauh dari para tim papan bawah lain, yakni Aprillia dan Esponsorama.

Tim pabrikan Honda ini juga terpaut 38 poin dari kubu satelit mereka, LCR Honda yang kini mengambil 53 poin, dilansir dari Kompas.com (24/08/2020).

Kendati datang sebagai juara dunia Moto2 musim lalu, adik Marc, Alex Marquez, tak bisa maksimal di atas motor RC213V musim ini.

Alex Marquez hanya sekali finis di 10 besar klasemen, peringkat kedelapan, dari lima balapan pertama musim.

Sementara, pengganti Marc Marquez, Stefan Bradl gagal mendapatkan satu poin pun dari tiga balapan sejak menggantikan sang juara. Alhasil, performa ini ibarat Repsol Honda karam di Kejuaraan Dunia.

Bagaimana tidak, musim lalu Repsol Honda berhasil meraih 458 poin di Kejuaraan Dunia. Mereka mengungguli Ducati yang memiliki raihan 445 poin dan Yamaha dengan catatan 385 poin.

Tak hanya itu, Repsol Honda berhasil mengawinkan gelar triple crown (teratas di klasemen pebalap, tim, dan pabrikan) dalam tiga tahun ke belakang.

Pada 2017, Marc Marquez dan Dani Pedrosa membawa Repsol Honda meraih 508 poin. Setahun setelahnya, kombinasi rider sama menorehkan 438 poin bagi tim tersebut.

Musim lalu, Jorge Lorenzo, Marc Marquez, dan Stefan Bradl, berkontribusi terhadap 458 poin walau mayoritas (420 poin) datang dari Marquez. Selama tiga tahun terakhir, Marc Marquez menjadi juara dunia.

Bahkan, jika situasi tak berkembang cepat, Repsol Honda bisa jadi akan melewatkan musim terburuknya sejak kelas premier Kejuaraan Dunia berubah menjadi kelas MotoGP pada 2002.

Sejauh ini, perolehan poin terburuk Repsol Honda adalah 282 poin dari 16 seri pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2004 saat diperkuat Alex Barros dan Nicky Hayden. Artinya, mereka mengambil rataan 17,62 poin dari setiap seri.

Sekarang, tim Repsol Honda baru mengambil 15 poin dari 5 seri, alias rataan 3 poin dari setiap seri! (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: