Tangsel Jadi Percontohan Plastik Berbayar

FOTO: net/indolinear.com
Senin, 22 Februari 2016

Indolinear.com, Tangsel – Bertepatan dengan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Pemkot Tangsel melaunching dan mensosialisasikan penggunaan plastik berbayar kepada masyarakat yang bekerja sama dengan Gerakan Indonesia Diet Plastik, pada Minggu (21/2/2016) di Bintaro X Change Mall.

Kegiatan tersebut dikarenakan Kota Tangsel menjadi salah satu dari 23 Kabupaten Kota yang ditunjuk sebagai Percontohan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penggiat lingkungan hidup dari Gerakan Indonesia Diet Plastik Dhiti Sofia mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari berbagai kegiatan dalam rangka mengurangi penggunaan kantong plastik.

Saat itu di tahun 2010 dimulai dari komunitas dan diadakannya petisi yang telah ditandatangani oleh lebih dari 70 ribu netizen dan saat ini telah didukung oleh Kementerian dalam wujud gerakan yang nyata yaitu pengurangan kantong plastik dengan sistem berbayar.

“Sebuah langkah efektif yang dijalankan oleh pemerintah pusat dalam mengurangi kantong plastik,” ujar Dhiti

Dikatakannya Kota Tangsel yang menjadi salah satu kota dalam program percontohan dari Kementerian sejalan dengan program Walikota yang berniat mengurangi penggunaan kantong plastik.

Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat memahami bukan karena sebuah harga yang harus dibayarkan namun lebih kepada sebagai cara yang efektif untuk mengurangi kantong plastik .

“Mungkin masyarakat menilai Rp 200 masih terlalu murah dan mudah untuk membayar sebuah kantong plastik namun pada dasarnya bukan karena hal itu,tetapi tahapan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya

Menurutnya berdasarakan hasil survey di dua Kota yakni Jakrta dan Bandung diketahui satu orang minimal menggunakan 2 kantong plastik per harinya dapat dibayangkan apabila dihitung perbulan dan pertahun yang ujungnya hanya akan menjadi tumpukan sampah yang nantinya juga akan lari ke laut.

Untuk itu dengan kantong berbayar seharusnya menjadi kesadaran bersama bagi masyarakat bahwa dengan menggunakan kantong plastik berbayar dapat dijadikan hukuman sehingga terbiasa dengan kegiatan yang baik ini untuk lingkungan.

“Kami harap kedepan dapat dinaikan harganya dan konsisten dijalankan oleh pemerintah dan stakeholder terkait,” ungkapnya

Sementara Walikota Tangsel Airin Rahmi Diany menyatakan pada prinsipnya pemkot Tangsel mendukung kegiatan yang bermanfaat untuk masa depan dan kelestarian lingkungan.

Sebelumnya Pemkot Tangsel sudah mengundang pihak ritel untuk mensosilaisasikan kegiatan ini dan hari ini sudah dimulai yang diikuti oleh seluruh peritel yang ada di Kota Tangsel.

Terkait dengan harga yang muncul mengapa 200, hal tersebut merupakan hasil studi dari berbagai pihak yang nantinya juga akan dievaluasi untuk dinaikan harganya. Nantinya setiap tiga bulan akan dilakukan evaluasi dan pengawasan atas kegiatan tersebut.

“Kami mendukung dan sudah mensosialisasikan kepada seluruh peritel untuk menjalankannya, selain Kota Tangsel sebagai percontohan juga karena surat edaran kementerian lingkungan hidup,” ujar Airin

Lanjutnya diharapkan gerakan kantong plastik berbayar dapat efektif mengurangi penggunaan plastik, karena sebelumnya kegiatan serupa hanya berbentuk himbauan. Namun dengan gerakan ini ada sistem yang memaksa masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

“Kegaiatan ini bukan menghilangkan hanya mengurangi dan memberikan edukasi dengan tersistem kepada masyarakat terkait penggunaan kantong plastik yang harus dikurangi untuk masa depan lingkungan hidup,” tukasnya.(sophie)

loading...