Tangisan Thiago Alcantara Ketika Pindah Dari Bayern Muenchen Ke Liverpool

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Selasa, 22 September 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Bos Bayern Muenchen, Karl-Heinz Rummenigge, mengungkapkan tangisan Thiago Alcantara usai resmi pindah ke Liverpool.

Thiago Alcantara resmi berseragam Liverpool pada Jumat (18/9/2020) malam WIB. Dia dikontrak klub berjuluk The Reds selama empat tahun.

Karl-Heinz Rummenigge mengatakan Thiago sempat menangis dipundaknya sekitar lima menit setelah transfer antara Bayern Muenchen dan Liverpool sudah mencapai kata sepakat.

Transfer kepindahan gelandang timnas Spanyol itu sekaligus mengakhiri kisah cintanya dengan Die Roten, julukan Muenchen.

Karier Thiago bersama Die Roten tidak sebentar. Dia menghabiskan tujuh musim bersama klub raksasa Jerman itu selepas pergi dari Barcelona pada tahun 2013.

Tujuh tahun berseragam Die Roten, berbagai gelar bergengsi pernah dia rasakan, termasuk trofi Liga Champions 2019-2020.

“Pada hari Kamis (17/09/2020), transfer Thiago ke Liverpool telah diberikan,” kata Karl-Heinz Rummenigge mengawali cerita.

“Ketika saya tiba, saya rencananya akan mengatakan 10 menit kemudian. Tetapi, di tempat parkir, dia berdiri di tempat saya selalu parkir,” terangnya kepada Sky Sport dikutip dari Kompas.com (21/09/2020).

“Saya berpikir: ‘Apa yang dia lakukan di sini?’ Dia mendatangi saya dan menangis dalam pelukan saya selama lima menit,” ungkap CEO Bayern Muenchen tersebut.

“Dia menangis selama lima menit dan hanya berkata: ‘Terima kasih banyak telah mengizinkan ini’.”

” Thiago Alcantara adalah manusia yang hebat dan selalu menjadi pemain kelas satu untuk Bayern Muenchen,” ungkap Karl-Heinz Rummenigge.

“Saya sangat bahagia untuknya di pertandingan Liga Champions di Lisbon.”

“Dia selalu dipertanyakan karena dia seharusnya tidak mampu membawa penampilan hebat di pertandingan besar, tapi di seluruh turnamen tiga pertandingan di Lisbon dia membuktikan kualitas yang dia miliki,” terangnya.

Bayern Muenchen, masih kata Karl-Heinz Rummenigge, tak ingin kehilangan Thiago dengan cuma-cuma.

Terlebih kualitas sang gelandang yang masih berada dalam usia matang.

“Bahwa dia sekarang meninggalkan kita adalah kerugian yang besar, tapi begitulah manusia.”

“Meskipun demikian, kami menghargai bahwa dia ingin melakukan sesuatu yang baru. Kontraknya, seperti halnya David Alaba, habis dalam setahun.”

“Setiap klub tentu ingin menghindari pemain dengan kualitas seperti itu pergi tanpa alasan dan kami mempertimbangkan ini dan mengabulkan keinginannya, tetapi dia telah melakukan dirinya sendiri dengan cemerlang,” tandas dia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: