Tanggulangi Banjir, DPUPR Kota Tangerang Optimalkan Pompa Air dan Bersihkan Saluran

FOTO : Eksklusif Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang for Indolinear.com
Kamis, 12 Mei 2022

Indolinear.com, Kota Tangerang – Pada Rabu dini hari, 11 Mei 2022, hujan berintesitas tinggi mengguyur Kota Tangerang. Akibatnya, sejumlah titik di Kota Tangerang kebanjiran.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang bergerak cepat untuk menanggulangi persoalan tersebut. Mulai dari mengoptimalkan fungsi pompa air hingga membersihkan saluran di area gedung olahraga.

Guna menyurutkan debit air, fungsi ratusan pompa air di Kota Tangerang dioptimalkan. Seperti dilakukan di sekitar Situ Bulakan, Kecamatan Periuk. Di mana, air dipompa ke Kali Ledug.

“Supaya air yang menggenang di jalan lebih cepat surut,” kata Kepala DPUPR Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono.

Walhasil, area Situ Bulakan dan Jembatan Alamanda sudah bisa dilalui kendaraan bermotor.

Bukan hanya optimalisasi ratusan mesin pompa saja, DPUPR Kota Tangerang juga membuka sejumlah pintu air secara berkala di berbagai tempat. Tujuannya, untuk memperlancar aliran air di sungai.

“Kalau debit air di sungai turun, pemompaan yang dilakukan juga bisa optimal dan perbaikan tanggul-tanggul yang bocor bisa segera dilakukan,” ujar Ruta.

DPUPR Kota Tangerang, jelas dia, telah mengoperasionalkan sebanyak 232 unit mesin pompa berbagai jenis. Terdiri dari 8 unit pompa portable, 148 unit pompa listrik di rumah pompa, 3 unit mobil pompa, 2 unit pompa apung, dan 71 unit pompa diesel.

Adapun di area Gedung Olahraga Dimyati, Kecamatan Tangerang, DPUPR Kota Tangerang melakukan pembersihan saluran-saluran air.

Petugas melakukan pengecekan di seluruh persimpangan saluran untuk mengetahui ada atau tidak ada sedimentasi lumpur. Pasalnya, sedimentasi kerap membuat aur tidak mengalir atau terpampat.

“Kalau ada sedimentasi langsung dikeruk, supaya saluran menjadi lancar,” ucap Ruta.

Di sisi lain, sebagai sarana penampungan air sementara di area Gedung Olahraga Dimyati, maka akan segera dibangun pintu air dan ground tank. Sehingga, mampu menampung debit air ketika curah hujan tinggi.

“Kami akan kaji apa saja kebutuhan untuk membangun penampungan air dan ground tank di wilayah tersebut,” pungkas Ruta. (ADV)