Tangerang Religius Tingkatkan Pelayanan Keagamaan

FOTO: Eksklusif Pemerintah Kabupaten Tangerang for indolinear.com

Indolinear.com, Kabupaten Tangerang – Memelihara kerukunan umat beragama menjadi tanggung jawab bersama masyarakat dan pemerintah. Namun dalam memfasilitasi terwujudnya kerukunan umat beragama, menumbuhkembangkan keharmonisan, saling pengertian, saling menghormati, dan saling percaya di antara umat beragama, menjadi tugas pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.

Dalam rangka memelihara kerukunan antar umat beragama, perlu ditingkatkan peran dan fungsi lembaga-lembaga keagamaan. Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar diperiode pertama telah berhasil membangun Kantor Bersama Keagamaan yang merupakan rumah bersama dalam menjalin kerukunan umat beragama.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, papar Zaki, berupaya menampung segala aktifitas berbagai organisasi kemasyarakatan dibidang keagamaan seperti MUI, LPTQ, Bazda, FKUB dan lain sebagainya. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang  mendirikan Kantor Bersama Bidang Keagamaan, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.

“Kantor Bersama kita bangun,  selain untuk lembaga keagamaan seperti MUI, FKUB yang menempati di sana, pembangunan Kantor Bersama Keagamaan juga untuk menjalin  komunikasi dan keharmonisan antar umat.  Pembangunan Kantor Bersama tersebut juga untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dibidang keagamaan, khususnya di wilayah kecamatan. Ini agar lebih dekat dengan masyarakat,” papar Bupati yang memiliki segudang prestasi ini.

Zaki menuturkan, agama merupakan pondasi manusia sebagai jembatan untuk mereflesikan kehidupan kepada yang maha kuasa. Agama menjadi tuntunan sebagai umat manusia menjalankan kehidupannya.

Dalam pengembangan nilai-nilai keagamaan di Kabupaten Tangerang, tambah Zaki, pemerintah daerah berupaya mengembangkan nilai-nilai agama bagi keberlangsungan masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang.

Beberapa langkah pun dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang  melalui Program Tangerang Religius di tahun 2018. Program ini menyangkut Pembinaan Peningkatan Bacaan Imam Masjid, Penatausahaan Insentif Guru Ngaji, Taraweh dan Jumat Keliling, Isbat Nikah di Desa Kohod, Pelatihan Bagi Petugas Pemulasaran Jenazah (jumlah 548 orang) dan Pembinaan Pondok Pesantren Salafiah (290 orang).

“Tahun ini yang kita lakukan demi pelayanan kepada umat dan terciptanya masyarakat yang religius,” tambah Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tangerang H Amat.

Mayoritas masyarakat Kabupaten Tangerang beragama Islam. Di wilayah ini banyak terdapat majlis talim dan lembaga pendidikan keagamaan lain seperti pondok pesantren. Hal ini menjadi salah satu potensi yang harus terus diperhatikan keberadaannya untuk didukung dan diberdayakan melalui berbagai upaya, antara lain melanjutkan pemberian insentif kepada guru ngaji, perayaan hari Besar Umat Islam dijadikan sebagai tradisi untuk diperingati di masing-masing daerah dan  peningkatan kemampuan baca Al-quran bagi para siswa muslim.

“Melalui pengembangan non fisik ini maka masyarakat Kabupaten Tangerang yang religius bukan isapan jempol semata,” ucap pejabat yang sering dikenal oleh tokoh-tokoh agama di Kabupaten Tangerang ini.(ADV)