Tambang Ilegal di Rumpin Makin Tak Berkontribusi

FOTO: bbc.com/indolinear.com
Kamis, 29 Oktober 2015
Bogor | Uploader Arif
loading...

Indolinear.comĀ – Penambangan ilegal di Kecamatan Rumpin makin meresahkan warga. Sebab, banyaknya truk pengangkut hasil tambang yang melintas di Kecamatan Rumpin dan Gunungsindur kerap menimbulkan korban.

Data Radar Bogor, dari 25 perusahaan tambang galian C di Kecamatan Rumpin, hanya dua perusahaan saja yang memiliki izin. Sehingga keberadaannya tidak memiliki kontribusi buat masyarakat.

Warga Rumpin, Didi Furkon mengatakan, banyak dampak negatif dari penambangan ilegal, salah satunya kerusakan jalan.

“Walau banyak tambang, namun pendidikan dan infrastruktur di Rumpin masih sangat tertinggal,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu (28/10/2015).

Kata dia, ini menunjukkan jika keberadaan perusahaan tambang itu tidak memberikan kontribusi buat warga sekitar.

“Kami berharap ada kontribusinya buat masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Rumpin Kompol Parmin mengatakan, saat ini pengelola tambang sudah mulai melengkapi izin di ESDM Kabupaten Bogor.

“Bahkan, sudah ada yang sampai provinsi, karena pertambangan ini dipegang Pemprov Jawa Barat,” tuturnya.

Polsek Rumpin, kata dia, hanya meng awasi bahan peledak yang digunakan.

“Kami menjalankan instruksi Polda Jabar terkait penggunaan bahan peledak yang di gunakan para penambang,” paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Paguyuban Pengusaha Tambang Rumpin Didik Subianto mengatakan, pihaknya menyayangkan masih maraknya pengusaha tambang yang tidak berizin. Menurut dia, ini jelas merugikan pengusaha tambang yang benar-benar mengurus izin. Selama ini, mereka selalu dikambinghitamkan akibat perusahaan yang tak berizin.

“Setahu saya hanya ada sembilan perusahaan tambang di Kecamatan Rumpin yang memiliki izin,” kata dia.

Dia berharap, bagi pengusaha tambang yang tidak punya izin segera mengurusnya.

“Karena kami dirugikan dengan banyaknya perusahaan tambang ilegal itu,” tandasnya dilansir dariĀ Pojoksatu.id.