Taksi Udara Akan Menjadi Moda Transportasi Baru Di Indonesia

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Jumat, 23 April 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Sebuah terobosan baru di dunia transportasi diperkenalkan Prestige Motorcars di IIMS Hybrid 2021. Dengan menggandeng EHang, mereka memperkenalkan Urban Air Mobility (UAM) sebuah taksi udara yang akan menjadi bagian dari gaya hidup dan moda transportasi baru di Indonesia.

Mirip drone raksasa, EHang 216 memiliki 16 baling-baling dan 8 lengan yang dapat dilipat sehingga efektif dan menghemat area parkir karena hanya memakan lahan seluas 5 m².

Menggunakan daya 100 persen listrik, UAM mampu terbang selama 21 menit dengan jarak 35 km dan membawa 2 penumpang dewasa atau seberat 220 kg.

Berbeda dengan drone yang biasa digunakan untuk keperluan fotografi, EHang 216 merupakan Autonomous Aerial Vehicle (AAV) bisa dibilang sebagai taksi udara untuk jarak pendek hingga menengah.

“Era Urban Air Mobility yang kami impikan dari masa depan telah hadir di depan mata kami. Taksi udara bukan hanya gaya hidup, tapi juga cara baru untuk bepergian. Baik untuk keperluan pribadi maupun sektor lainnya seperti pariwisata,” ujar Rudy Salim, Presiden Direktur Prestige Motorcars, dilansir dari Liputan6.com (21/04/2021)

Menurut Rudy Salim, EHang memiliki teknologi penerbangan otonom, menghilangkan kemungkinan kegagalan dan kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan manusia.

Tanpa perlu mengontrol atau mengoperasikan pesawat, penumpang bisa duduk dan menikmati perjalanan. Rute penerbangan akan disurvei terlebih dahulu untuk mengatur rencana penerbangan terbaik bagi penumpang.

“EHang menggunakan jaringan 4G/5G sebagai saluran transmisi nirkabel berkecepatan tinggi, untuk berkomunikasi secara mulus dengan pusat komando dan kendali, memungkinkan manajemen jarak jauh pesawat dan transmisi data waktu nyata,” paparnya.

Kecepatan dan Ketinggian

EHang memiliki kecepatan maksimum 130 km dan drone ini dapat diisi hingga 220v atau 380v dalam 1,5 jam waktu pengisian. Perangkat pengisi daya terhubung secara real time ke sistem manajemen baterai pesawat.

EHang 216 ini mampu mencapai ketinggian hingga 3000 m, dengan spesifikasi tinggi 1,77 m dan lebar 5,61 m. EHang 216 sangat ideal untuk transportasi modern bagi masyarakat perkotaan.

Taksi udara ini dilengkapi dengan kaca depan panorama untuk jarak pandang yang lebih luas, desain baling-baling koaksial untuk tenaga yang aman dan kuat. Sistem visual menghadap ke bawah untuk pendaratan yang akurat dan ruang bagasi 18 inci.

EHang 216 menggunakan teknologi keselamatan redundansi penuh dalam sistem kontrol penerbangan, sensor, sistem propulsi, dan sistem manajemen baterai mereka.

“AAV tingkat penumpang kami dirancang dengan daya listrik terdistribusi, atau DEP, teknologi propulsi canggih yang ditentukan oleh NASA dengan tujuan mencapai tingkat keselamatan tertinggi melalui redundansi dan efisiensi. Jika terjadi kerusakan pada bagian tertentu dari AAV kami, sistem operasi secara otomatis mengaktifkan komponen cadangan untuk memastikan berfungsinya dan kinerja AAV kami,” jelasnya.

Rencananya unit pertama EHang 216 akan tiba di Jakarta pada pertengahan tahun 2021 dan akan menjalani serangkaian tes dengan regulator terkait. (Uli)