Tak Mengganti Bantal Selama 11 Tahun, Saat Dibuka Isinya…

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Minggu, 12 Januari 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Apakah kamu ingat berapa usia bantal yang kamu gunakan untuk alas kepala saat tidur saban hari? Mungkin kamu salah satu orang yang jarang mengganti bantal secara rutin.

Perlu kamu ketahui, pakar kesehatan menyarankan untuk mengganti bantal secara rutin, setidaknya satu kali dalam dua tahun.

Mengapa demikian? Ternyata saat bantal sudah dipakai selama dua tahun, sepuluh persen berat bantal kita diisi oleh tungau, debu, dan juga sel-sel kulit mati, dilansir dari Dream.co.id (11/01/2020).

Tungau dan debu berukuran kecil beserta kotorannya bisa membuat kita lebih mudah terkena berbagai penyakit. Contohnya alergi kulit, bersin-bersin, mata gatal dan berair.

Lantas apa jadinya jika ada seseorang yang selalu menggunakan bantal yang sama selama kurang lebih sebelas tahun?

Bantal Tua

Hal itulah yang selama ini terjadi pada pengguna Facebook dengan akun Cygig. Pengguna akun itu mengaku punya bantal tua yang selalu ia gunakan.

Hingga pada suatu hari muncul benjolan-benjolan aneh di dalam bantal itu, membuat Cygig memutuskan untuk membeli bantal baru.

” Saya suka bantal lateks dan lebih suka bantal busa memori. Saya menggunakan ini dari Raja Koil selama sekitar 11 tahun, dan akhirnya, benjolan tumbuh di dalam. Saya memutuskan untuk membeli yang baru,” tulisnya, sebagaimana dikutip World Of Buzz.

Cygig yang penasaran akan benjolan di dalam bantal kesayanganya itu mencoba untuk membuka dan melihat apa yang ada di dalamnya dengan menggunakan mikroskop.

” Saya kemudian mengamati benjolan dan benang di bawah lensa mikroskop dengan pembesaran 476x (pada 72dpi),” jelasnya.

Saat Dibuka Isinya…

Ia memulainya dengan merobek bagian tengah bantal tersebut.

Terlihat bagaimana bantal itu telah berubah warna dari yang awalnya putih menjadi kuning kecokelatan.

Tampak benjolan seperti bebatuan kecil di dalam bantal kesayangannya itu.

” Benjolan itu tampak homogen dengan detail yang sangat padat bahkan dari dekat, air liur dan keringat saya tampaknya telah” merendam ” kain dan lateks dengan sangat baik dan menjadi seperti itu,” Tulisnya.

Namun, Cygig mengatakan bahwa bantal itu telah berfungsi dengan baik selama sebelas tahun.

Ditambah lagi, dia banyak berkeringat bahkan ketika tidur di kamar ber-AC, yang mungkin berkontribusi besar pada kondisi bantal tersebut. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: