Tak Enak Hati Kurangi Isian Roti, Pedagang Bikin Poster Minta Maaf

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Minggu, 7 November 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com,Jakarta – Di masa pandemi Covid-19 yang menyerang nyaris seluruh negara di dunia, berdampak pada seluruh sektor kehidupan. Salah satunya dalam bisnis makanan.

Belakangan mencuri perhatian publik, kisah pebisnis makanan kue taiyaki di Jepang meminta maaf kepada para konsumennya. Hal ini lantaran isian kuenya menjadi sedikit dan tak sepadat sebelumnya.

Dilansir dari Dream.co.id (06/11/2021), Junya Hashimoto, 28 tahun, pemilik toko Taiyaki no Bunfukuya di Kota Gyoda, Prektur Saitama. Tokonya dikenal karena menjual kue-kue tradisional Jepang berbentuk ikan yang disebut taiyaki.

Merugi Meski Kue Sudah Dijual Murah

Menurut laporan SoraNews, semenjak pandemi menerpa Jepang, belum pernah terjadi sebelumnya penjualan Hashimoto turun lebih dari 70 persen. Untuk menanggulangi hal tersebut, sang pemilik toko mengambil keputusan sulit dengan menaikkan harga jual kue serta menambah isiannya.

Namun langkah itu tak banyak membantu usahanya. Bisnis kuenya masih saja merugi.

Menurut prediksi SoraNews, jika Hashimoto terus menjual taiyaki dengan isian yang penuh, tokonya akan segera bangkrut.

Tak Enak Hati dan Minta Maaf

Tidak ingin menaikkan harga lain, akhirnya Hashimoto memilih untuk mengurangi jumlah isian kuenya. Meski banyak pembeli akan memaklumi tindakannya, namun Hashimoto merasa tidak enak kepada para pelanggan setianya.

Akhirnya ia memutuskan untuk meminta maaf melalui poster yang diunggah melalui unggahan Twitter pribadinya. Begini isi tulisannya:

” Jujur, saya dulu banyak memasukkan anko (pasta kacang merah untuk isian kue), tapi saya tidak mendapat untung sama sekali. Oleh karena itu, saya akan akan mengurangi jumlah anko pada tiap kue karena toko akan bangkrut. Dengan ini, saya meminta maaf,” tulisnya dalam sebuah poster.

Setelah menjelaskan pengurangan isian kue tersebut, unggahan Hashimoto langsung viral dan mendapat banyak dukungan dari warganet. Tak sedikit dari mereka yang mengaku kagum dengan aksinya. (Uli)