Tak Belikan Ponsel Kekasih, Pria Dihadiahi 52 Kali Tamparan

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Senin, 15 Juli 2019
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, China – Tanggal 20 Mei di China merupakan hari penting untuk para pasangan. Melakukan kegiatan seperti keluar bersama untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan.

Namun sepertinya tidak semua pasangan mengalami hal menyenangkan pada hari Chinese Valentine’s Day  itu.

Contohnya pasangan ini, yang malah membuat keributan bahkan hingga menjadi pusat perhatian warga yang berlalu lalang.Dilansir dari Dream.co.id (13/07/2019), di provinsi Sichuan, China, seorang wanita terlihat menampar kekasihnya berkali-kali.

Namun dengan wajah memelas, pria itu terlihat hanya berdiam diri tak coba menghentikan apalagi membalas.

Tak Belikan Ponsel

Usut punya usut, ternyata alasan si gadis melakukan tindakan itu karena tak dibelikan ponsel baru oleh sang kekasih.

Kecewa berat, wanita itupun melampiaskannya dengan menghujani 52 tamparan untuk sang kekasih.

Jumlah tamparan itu dikonfirmasi polisi setelah dilakukan penyelidikan atas masalah tersebut.

Seluruh kejadian pun terekam oleh kamera CCTV dan kamera ponsel orang-orang yang menontonnya.

Dalam video menunjukkan wanita yang marah itu bertindak kasar dengan memarahi pasangannya. Bahkan memukulnya dengan sangat keras karena ia nggak bisa mendapatkan smartphone baru seperti ia minta saat liburan.

Saat polisi berusaha mendamaikan pasangan itu, si cowok malah masih bersikeras membela pacarnya itu, bahkan setelah mendapatkan tamparan yang menyakitkan.Si pria mengaku telah membuat kesalahan dengan tidak membelikannya ponsel. Pria itu menerima perlakuan kasar dari pasangannya. Bagi dia, itu adalah satu-satunya cara untuk menenangkan amarahnya.

Polisi kemudian mengetahui, si wanita selama ini ternyata telah banyak mengeluarkan uang untuk membayari pacarnya tersebut.

Setelah menolak untuk membawa masalah mereka ke kantor polisi, pasangan itu nampaknya telah berjanji untuk menyelesaikan masalah mereka dengan cara yang lebih beradab kedepannya. (Uli)