Tahun Politik Jangan Mau “Dipolitiki” Ya Man Teman

king hendro arifin
Selasa, 17 Oktober 2017

Pernah dengar istilah “dipolitiki”? Ini bahasa tidak baku yang menjelaskan seseorang sedang dipermainkan secara politis. Istilah “dipolitiki” ini konotasi umumnya lebih kepada dikerjai, tidak tahu dan jadi korban. Iklas dan berujung kekecewaan setelah tahu latarbelakang. Pokoke  istilah ini lebih kepada kesialan, ketidaksenangan, kekecewaan bagi si korban. Dan kebalikannya, kesenangan, kebahagiaan, keberhasilan, kepintaran bagi sang pelaku nya.

Tahun 2019 memang masih cukup jauh. Bisa juga pengungkapannya menggunakan istilah “Belande Masih Jauh…”. Terhitung Oktober 2017, masih ada sekitar sekitar belasan bulan lagi untuk pelaksanaan Pileg 2019. Masih banyak yang mungkin terjadi mulai Oktober 2017 hingga 17 April 2019, hari dimana pelaksanaan pemilihan anggota legislatif dan presiden dilaksanakan serentak.

Meski masih jauh, hingar bingar pelaksanaan Pileg 2019 sudah dimulai bulan Oktober 2017 ini. Seluruh Partai Politik mendaftarkan diri ke KPU di segala tingkatan. Tidak hanya partai pemilik kursi di parlemen, partai baru yang mencoba peruntungan di 2019 pun berbondong-berbondong mendaftarkan diri. Sebut saja, PSI, Partai Idaman, Partai Berkarya, Partai PIKA, Partai Garuda dan beberapa lainnya.

Di Kota Tangsel sendiri menurut Komisioner KPU Kota Tangsel Badrussalam, ada sekitar 19 Partai Politik yang mendaftarkan kesertaannya untuk ambil bagian di Pileg 2019. Meskipun, jumlah tersebut masih harus melalui verifikasi yang super ketat dari KPU, namun dapat dipastikan partai peserta Pemilu 2019, diprediksi masih berjumlah belasan.

Terus apa hubungannya dengan istilah “dipolitiki”? Sebetulnya bukan apa-apa juga. Ini hanya untuk menggugah hati agar jangan lagi suara yang dimiliki masyarakat hanya jadi korban politisasi janji bahkan politisasi uang. Jangan lagi hak pilih atau hak suara sebagai penentu lima tahun kedepan tidak menghasilkan perwakilan perwakilan yang mampu membawa perubahan.

Baca Juga :  UMN dan IEEE Canangkan Kekuatan Baru Dunia

Sayang sekali kalau kita sebagai pemilik suara di Pileg 2019 dan Pilpres 2019 ‘dipolitiki’ oleh kepentingan sesaat. Menyesal lima tahun kedepan tak ada guna. Sayang saja apabila di ‘tahun politik’ 2019 kita sebagai penentu kemenangan belum mau 100 persen memilih berdasarkan keinginan mutlak atas kesadaran akan pengetahuan mengenai visi dan misi Parpol dan si caleg-nya, bahkan calon presidennya.

Jadi apa maksudnya? Anda bingung? Tidak usah juga. Pesan yang hendak ditanamkan dan semoga bermanfaat, marilah secara pribadi kita bedah satu persatu sesuai dengan analisa dan kemampuan kita mengenai siapa sosok dan Partai Politik mana yang paling cocok dan tepat, untuk dipilih memimpin pada tahun 2019.

Di dunia teknologi saat ini, janganlah malas untuk mencari informasi di dunia maya tentang visi dan misi dan apa yang sudah dilakukan para peserta pemilu. Cukup tulis di mesin pencari nama partai maka semua informasi akan muncul di laman pencari sesuai dengan kecepatan koneksi internet di sekeliling. Misal, ketik nama partai di mesin pencari, maka semua hal yang berhubungan dengan nama partai dimaksud akan muncul. Tentunya ini akan menjadi referensi yang baik, dengan catatan berasal dari sumber dunia maya yang terverifikasi.

Setidaknya, marilah memilih berdasarkan keinginan dari analisa yang berasal dari sumber-sumber yang kredibilitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Jadi pilihan lima tahun sekali yang tersemat sebagai bangsa Indonesia, dapat dipertanggungjawabkan dunia akhirat.

Selamat datang tahun politik dan selamat mencari informasi politik, yang saat ini dengan mudah dan sudah tersedia digenggaman anda…

Masih lama sih nyoblosnya…Tapi ga ada salahnya kita mulai mencari sosok, untuk memimpin Indonesia, wabil khusus, untuk perwakilan di DPRD Kota Tangsel 2019 mendatang yang baik bibit, bobot dan bebetnya.

Baca Juga :  Kodam XVII/Cenderawasih dan Wartawan Rayakan HUT Ke 72 TNI Di Puncak Carstensz

King Hendro Arifin, S.Sos, MH

Penulis Merupakan Direktur indolinear.com

 

 

 

 

 

 

 

%d blogger menyukai ini: