Tahun Ini, Disperkimta Tangsel Akan Bangun 24 Balai Warga dan 20 Gapura

FOTO: Eksklusif Disperkimta for indolinear.com
Sabtu, 16 Februari 2019

Indolinear.com, Tangsel – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Sosialisasi Pembangunan Sarana Penunjang Permukiman di Gedung 3 Balai Kota Tangsel, Ciputat.

Selama empat hari pada 11-14 Februari 2019, secara bertahap Disperkimta Tangsel mengundang peserta perwakilan dari seluruh Kecamatan di Tangsel.

Maksud diselenggarakannya sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan fungsi koordinasi dan komunikasi antara Disperkimta dengan pihak Pengelola Lingkungan, baik Kasie Ekbang, Ketua RT dan RW, maupun BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.

Serta mewujudkan pelaksanaan pembangunan yang terbaik di Kota Tangerang Selatan, sesuai prosedur dan peraturan perundang undangan yang berlaku.

“Adapun tujuan penyelenggaraan sosialisasi ini adalah untuk menanamkan pengetahuan dan menyamakan persepsi tentang persyaratan-persyaratan atau kriteria tertentu untuk membangun fasilitas Balai Warga dan Gapura,” ungkap Kabid Permukiman Disperkimta Tangsel, Bedi budiman\

Lanjutnya, serta untuk meningkatkan rasa tanggung jawab penyelenggara pemerintahan di garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Biasanya kondisi di lapangan pada saat pengajuan dan saat akan dikerjakan berbeda. Jadi kita samakan dahulu melalui kordinasi ini. Warga juga berbeda pengajuan pembangunannya, ada yang ingin dibangunkan taman, lainnya,” ungkapnya.

Tahun 2019 ini rencananya Disperkimta akan membangun 24 Balai Warga dan 20 Gapura di seluruh Kecamatan di Tangsel. Pembangunan ini merupakan hasil Musrenbang Kota pada 2018 lalu.

“Kami menerima usulan desain yang diinginkan warga, namun tetap tidak boleh meninggalkan ciri khas Kota Tangsel. Kami menangkap aspirasi dari masyarakat sesuai kepentingannya,” bebernya.

Misalnya warga mengusulkan di dalam Balai Warga terdapat tempat sampah, gudang,  papan informasi atau pun lainnya. Ada juga yang mengusulkan dibuat taman bermain di sekitar Balai Warga.

“Untuk anggaran Balai Warga berkisar 300 juta rupiah per unitnya, sedangkan untuk gapura sekitar 40 hingga 190 juta rupiah,” ungkap Bedi.(Adv)

Tag Terkait: