Syekh Subakir, ‘Waliyullah’ Penakluk Tanah Jawa Sebelum Era Wali Songo

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Sabtu, 24 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Awal mula penyebaran agama Islam di pulau Jawa selalu diidentikkan dengan peran Wali Songo. Oleh mereka, agama Islam diajarkan kepada seluruh lapisan masyarakat Jawa yang saat itu menganut ajaran Hindu dan Buddha.

Namun sebelum era Wali Songo, dakwah Islam sebenarnya telah dimulai oleh Syekh Subakir. Syekh Subakir merupakan seorang ulama dari Persia yang diutus ke tanah Jawa dalam rangka menyebarkan ajaran Islam.

Dia sendiri diutus oleh Sultan Muhammad I dari Kekaisaran Ottoman di Turki pada tahun 1404 M. Tak sendiri, Syekh Subakir bersama sang paman yang juga merupakan generasi awal Wali Songo, Maulana Malik Ibrahim, yang kemudian dikenal dengan nama Sunan Gresik

Di kemudian hari, sepak terjang Syekh Subakir dalam menyebarkan ajaran Islam dikenal luas oleh masyarakat Jawa. Hal ini dikarenakan selain sebagai pendakwah, dia juga memiliki kekuatan yang bisa mengusir para lelembut yang mendiami pulau itu. Berikut kisah selengkapnya yang dilansir dari Merdeka.com (22/10/2020):

Kedatangan Syekh Subakir di Pulau Jawa

Sebelum Syekh Subakir, ternyata sudah banyak ulama-ulama yang dikirim ke Pulau Jawa. Namun mereka pulang dengan tangan hampa.

Hal ini dikarenakan masyarakat Jawa saat itu masih kuat dalam memeluk kepercayaan lama. Masih banyak yang menyembah benda-benda, arwah leluhur nenek moyang, dan lain sebagainya.

Oleh karena itulah mereka mendapat tantangan berat dan hanya sanggup mengislamkan segelintir orang saja. Karena dikenal akan kesaktiannya, Syekh Subakir kemudian diutus untuk menginjakkan kaki di Pulau Jawa dan berdakwah Islam di sana.

Kelebihan Syekh Subakir

Syekh Subakir juga seorang pengusaha ulung. Selain itu dia punya kelebihan lainnya seperti ahli rukyah dan ahli ramalan. Hal inilah yang konon membuat banyak bangsa jin merasa segan dan menyingkir ke daerah Alas Roban, Gunung Merapi dan Laut Selatan.

Selain itu Syekh Subakir konon memiliki batu hitam yang memiliki kekuatan magis. Di tanah Jawa, batu itu konon ditancapkan di Gunung Tidar, Magelang.

Batu itu dipercaya memiliki kekuatan gaib yang bisa membuat bangsa jin bergejolak dan akhirnya melawan Syekh Subakir. Namun pertarungan itu akhirnya bisa dimenangkan oleh Syekh Subakir.

Ahli Lingkungan

Selain memiliki kesaktian, ternyata Syekh Subakir merupakan ahli ekologi atau ahli lingkungan. Ia melarang masyarakat untuk membuat sumur di kawasan Gunung Tidar. Waktu itu, larangan membuat sumur bertujuan agar sumber mata air di bawah Gunung Tidar tidak menjadi kering.

Saat itu dipercaya, di dalam Gunung Tidar terdapat sumber mata air yang besar. Jika salah dalam membuatan lubang sumur dapat menyebabkan banjir besar yang bisa menenggelamkan penduduk yang tinggal di sekitarnya.

Pulang ke Persia

Kisah kesaktian Syekh Subakir membuatnya menjadi terkenal dan masyarakat sangat fanatik terhadapnya. Karena kefanatikan itu bisa mengganggu ketauhidan masyarakat Jawa, Syekh Subakir akhirnya memutuskan kembali ke Persia pada tahun 1462 M.

Namun hingga kini, petilasannya tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Salah satunya berada di Gunung Tidar. Hingga kini, sosoknya begitu melegenda di kalangan masyarakat Jawa dan sering dikaitkan dengan hal-hal yang mistis. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: