Sutopo Purwo Meninggal, Sempat Pamit Dan Unggah Permintaan Maaf

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 8 Juli 2019

Indolinear.com, Jakarta – Sebelum meninggal dunia di China, Sutopo Purwo Nugroho sempat mengunggah permintaan maaf untuk orangtua dan warga Indonesia.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou, China, Minggu (7/7/2019).

Sutopo Purwo Nugroho meninggal pada pukul 02.20 waktu setempat atau 01.20 WIB.

Pria yang meninggal pada usia 50 tahun ini menghembuskan nafas terakhirnya setelah berjuang melawan kanker paru-paru stadium 4B yang dideritanya.

Sebelumnya, Sutopo sempat menjalani beberapa pengobatan di Tanah Air, dilansir dari Tribunnews.com (07/07/2019).

Karena dirasa semakin menyakitkan untuk tubuhnya, dirinya lantas bertolak ke Guangzhou, China untuk menjalani pengobatan lebih lanjut.

Rencananya, Sutopo Purwo akan berobat di China selama sebulan, sayangnya, Tuhan berkehendak lain.

Kabar meninggalnya Pak Topo ini dibagikan oleh akun Twitter Direktorat PRB BNPB (Disaster Risk Reduction).

“Telah meninggal dunia Bapak @Sutopo_PN , Minggu, 07 July 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/pukul 01.00 WIB.”

“Mohon doanya untuk beliau.”

Semasa hidup, Sutopo Purwo Nugroho dikenal sebagai sosok yang aktif, berdedikasi, dan sangat bertanggung jawab pada pekerjaannya.

Bahkan, dirinya tetap melakukan pekerjaannya dengan totalitas di tengah rasa sakitnya menahan penyakit kanker paru-paru.

Sebelum meninggal, beberapa unggahan terakhir Sutopo Purwo menjadi sorotan.

Di antara permintaan maaf yang dia share ke Instagram.

Yang pertama adalah permintaan maaf untuk orangtuanya.

Namun, permintaan maaf ini dia tulis di blocknote saat masih kuliah di bulan Mei 1993.

Dalam catatannya, Sutopo mengungkapkan dirinya pernah patah semangat karena skripsinya tak kunjung usai.

Pak Topo menuliskan caption yang berisi tentang kegagalannya yang pernah dialaminya saat berjuang menyelesaikan kuliahnya.

“Pernahkah kalian mengalami patah semangat menyelesaikan skripsi? Lalu mengabaikan skripsi, dan akhirnya insaf untuk menyelesaikan.

Saya pernah mengalami itu. Gara-gara data sulit diperoleh, gagal statistik multivariat, dan permintaan dosen pembimbing juga aneh. Menyalahkan tapi tidak memberi solusi.

Akhirnya skripsi saya tinggalkan dengan penuh kebingungan. Mau ganti tema juga nanggung. Berbulan-bulan penuh ketikpastian dan tak ada kemajuan.

Saat ditanya orangtua, “Kamu kapan wisuda? Jangan lama-lama kuliahnya karena biayanya mahal. Adikmu juga bayar SPPnya mahal. Apalagi adikmu kuliah di swasta lebih mahal.”

Selalu mengingat orangtua, selalu membangkitkan semangat belajar. Membayangkan betapa bahagianya orangtua hadir di tengah wisudaku.

Semua itu tertuang dalam catatan di blocknote Mei 1993. 26 tahun yang lalu. Blocknote pemberian temen dari UI.

Jadi jangan patah semangat. Saat ada hambatan menyelesaikan skripsi. Ingst selalu orangtua. Bayangkan mereka hadir di tengah wisuda. Pasti bahagia.”

Curhatannya ini diunggah pada akhir Mei 2019.

Sementara postingan terakhirnya yaitu sebuah video yang menampilkan dia sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dalam video tersebut, Sutopo berpamitan akan terbang ke China demi pengobatan penyakitnya.

Sutopo Purwo mengungkapkan tentang kondisi tubuhnya.

Kanker paru yang dideritanya telah menyebar ke tulang dan organ lain.

Dirinya mengaku rasanya sangat menyakitkan.

“Hari ini saya ke Guangzho untuk berobat dari kanker paru yang telah menyebar di bsnyak tulang dan organ tubuh lali. Kondisinya sangat menyakitkan sekali.”

Saat itu, lantas Sutopo Purwo minta doa restu kepada seluruh netizen.

“Saya mohon doa restu kepada kepada semua netizen dan lainnyanny. Jika ada kesalahan mohon dimaafkan. Sekaligus saya dimaafkan atas kesalahan dan dosa.”

Tak hanya minta doa restu, Sutopo juga meminta maaf atas segala dosa dan kesalahannya.

Sutopo berujar kemungkinan dirinya tidak bisa menyampaikan info bencana selama menjalani pengobatan di China.

“Saya di Guangzho selama 1 bulan. Maaf jika tidak bisa menyampaikan info bencana dengan cepat. Mohon maaf ya.”

Kabar meninggalnya Sutopo Purwo ini lantas menjadi kabar duka di lini masa.

Social media ramai dibanjiri doa untuk Humas BNPB ini.

Akun @infia_fact mengucapkan, “Turut berduka cita buat keluarga Alm pak Sutopo. Terima kasih Pak Sutopo untuk semua jasa dan pengetahuannya selama ini”

Artis Shahnaz Haque pun mengucapkan belasungkawanya, “Terima kasih atas perjalanan jiwa Bapak yang telah mencerdaskan orang banyak, termasuk saya. Sudah tidak sakit lagi Pak, pulang ke kampung Illahi, tempat terbaik bagi jiwa yang tenang. Terkirim doa Insya Allah Bapak mendapatkan kesejahteraan seperti ketika dilahirkan dan kelak di hari kebangkitan. Al Fateehah.”

Desainer kondang Anne Avantie tampak turut kelabu, “Mas .. saya bawa dalam DOA saya .., saya percaya Kuasa Tuhan yg Ilahi.” (Uli)